HOME  ⁄  Nasional

NU Care-LAZISNU Hidupkan Kembali Palestina Fonds setelah 88 Tahun untuk Perkuat Solidaritas Kemanusiaan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

NU Care-LAZISNU Hidupkan Kembali Palestina Fonds setelah 88 Tahun untuk Perkuat Solidaritas Kemanusiaan
Foto: Peluncuran NU Care-LAZISNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jombang, Jawa Timur. Gerakan Palestina Fonds yang digagas K.H. Abdul Wahab Chasbullah pada 1938 dihidupkan kembali melalui peluncuran Palestina Fonds 2.0 dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Jombang.

Pantau - NU Care-LAZISNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menghidupkan kembali gerakan Palestina Fonds yang digagas KH Abdul Wahab Chasbullah pada 1938 melalui peluncuran Palestina Fonds 2.0 dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ginanjar Sya'ban mengatakan komitmen NU terhadap perjuangan dan kemerdekaan Palestina telah tumbuh sejak sebelum Indonesia merdeka.

"Salah satu tonggak pentingnya terjadi dalam Muktamar NU di Menes, Banten, pada 1938, yang diinisiasi oleh KH Abdul Wahab Hasbullah atas restu KH M Hasyim Asy'ari," ujar Ginanjar.

Palestina Fonds pada masa itu menjadi gerakan penggalangan dana sebagai bentuk dukungan moral dan materiil terhadap perjuangan serta penderitaan rakyat Palestina.

Palestina Fonds 2.0 Diluncurkan di Muktamar NU

Ginanjar mengatakan pengaktifan kembali Palestina Fonds dalam Muktamar ke-35 NU memiliki nilai historis karena membawa kembali semangat yang dibangun para pendiri NU untuk mendukung Palestina.

"Gerakan ini seperti mengulang kembali semangat yang pernah dibangun para pendiri NU dalam memberikan dukungan kepada Palestina. Kita seolah dejavu, karena lokasinya berada di Jombang," katanya.

Revitalisasi gerakan tersebut ditandai dengan pembacaan deklarasi Palestina Fonds 2.0 dalam Silaturahim Nasional LAZISNU Sedunia di Aula Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang.

Palestina Fonds pertama kali digagas KH Abdul Wahab Chasbullah dalam Muktamar ke-13 NU di Menes, Banten, pada 1938 atas restu KH Hasyim Asy'ari.

Setelah 88 tahun, gerakan tersebut kembali diaktifkan sebagai bagian dari solidaritas kemanusiaan NU terhadap rakyat Palestina.

LAZISNU Siapkan Jaringan Penyaluran Bantuan

Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar menegaskan dukungan terhadap rakyat Palestina akan terus dilakukan, termasuk melalui penyaluran bantuan kemanusiaan.

"Ketika berbicara terkait Palestina, almarhum Mbah Wahab itu salah satu tokoh yang sudah memberikan perhatian istimewa kepada Palestina. Dan kita tidak akan berhenti membantu Palestina," ujarnya.

NU Care-LAZISNU memiliki jaringan mitra untuk menyalurkan bantuan bagi Palestina melalui sejumlah negara, antara lain Mesir, Turki, dan Yordania, serta melalui mitra yang berada di Palestina.

"Kami bersyukur LAZISNU memiliki akses untuk menyalurkan bantuan kepada Palestina itu melalui Mesir, Turki, Yordania, bahkan melalui mitra di dalam Palestina itu sendiri. Dan alhamdulillah kami mendapatkan banyak amanah tersebut," katanya.

Habib Ali mengatakan bantuan yang dihimpun dari Indonesia diharapkan dapat memberikan dukungan materiil sekaligus moral kepada rakyat Palestina yang menghadapi krisis kemanusiaan.

"Sedikit yang kita berikan tentu tidak sedikit bagi saudara-saudara kita di Palestina. Itu akan besar dan dianggap suatu dukungan moral dan materi. Mudah-mudahan menjadi keberkahan buat kita," ujarnya.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026