
Pantau - Kementerian Koperasi meminta pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) segera menerapkan pengetahuan dan pengalaman dari program magang untuk memperkuat pengelolaan koperasi di daerah masing-masing.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari kehadiran peserta selama delapan hari, tetapi juga langkah nyata setelah mereka kembali ke daerah.
“Para peserta membawa bekal pembelajaran nyata mengenai pengelolaan koperasi yang profesional, produktif, dan berkelanjutan untuk diterapkan di daerah masing-masing,” kata Destry dalam acara Penutupan Magang bagi Pengurus KDKMP Sektor Serba Usaha di Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).
Sebanyak 54 pengurus KDKMP dari 31 provinsi mengikuti program magang di Koperasi Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, pada 23-30 Agustus 2026.
Para peserta sebelumnya telah memperoleh sertifikat pelatihan perkoperasian melalui learning management system (LMS) maupun pelatihan dasar perkoperasian lainnya.
Pengurus KDKMP Dibekali Tata Kelola hingga Strategi Bisnis
Program magang juga digelar di Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dengan melibatkan 36 pengurus KDKMP sektor pertanian.
Menurut Destry, penguatan KDKMP perlu dimulai dari pengurus yang kompeten, adaptif, dan memiliki semangat kewirausahaan.
Selama program berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan materi, mengikuti kunjungan studi, serta menjalani praktik langsung mengenai pengelolaan koperasi.
Materi yang diberikan meliputi regulasi dan kebijakan perkoperasian, tata kelola, koordinasi pengurus dan pengelola, kewirausahaan, kepemimpinan, identifikasi potensi usaha, serta pengembangan inovasi.
Peserta juga mempelajari kolaborasi, inkubasi, circular business, ekosistem bisnis berkelanjutan, pengelolaan keuangan, strategi pembiayaan dan permodalan, penyusunan proposal bisnis, evaluasi, serta mitigasi risiko.
Destry menilai pengetahuan, pengalaman, dan jejaring kerja yang diperoleh selama magang dapat menjadi modal pengurus untuk memperkuat tata kelola serta kemampuan usaha KDKMP.
“Terapkan pengalaman yang diperoleh, hadirkan inovasi, dan bangun koperasi yang kuat, modern, serta bermanfaat nyata bagi masyarakat,” kata Destry.
Lamongan Miliki 317 Unit KDKMP yang Telah Terbangun
Kepala Bidang Perkoperasian Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan Yusup Efendi mengatakan sebanyak 317 unit KDKMP telah terbangun secara fisik di daerah tersebut.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 unit pada tahap pertama telah mulai beroperasi.
Yusup menyebut banyaknya KDKMP yang telah dibangun turut menghadirkan tantangan terutama terkait kesiapan pengurus dalam menjalankan operasional koperasi.
Menurut dia, respons masyarakat terhadap keberadaan KDKMP cukup positif, termasuk salah satu koperasi di Lamongan yang mencatat omzet hingga Rp14 juta dalam satu hari pada masa peluncuran awal.
Omzet tersebut terutama berasal dari penjualan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan LPG.
- Penulis :
- Gerry Eka




