HOME  ⁄  Nasional

Komisi VIII DPR Dorong Teknologi Drone Termal dan Penguatan Sumber Air untuk Hadapi Karhutla Kalsel

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Komisi VIII DPR Dorong Teknologi Drone Termal dan Penguatan Sumber Air untuk Hadapi Karhutla Kalsel
Foto: (Sumber :Anggota Komisi VIII Sudian Noor saat memberikan sambutan dalam agenda Kunjungan Spesifik Komisi VIII di Ruang Rapat Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (28/8/2026). Foto: Fadli/Karisma .)

Pantau - Komisi VIII DPR RI mendorong penggunaan teknologi drone thermal serta pemeliharaan sumber air untuk memperkuat penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, khususnya pada kawasan lahan gambut.

Anggota Komisi VIII DPR RI Sudian Noor menilai teknologi dibutuhkan untuk mendeteksi lokasi titik api secara akurat sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran.

Dorongan tersebut disampaikan Sudian saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat, 28 Agustus 2026.

Drone Termal Dinilai Bisa Akuratkan Pemadaman

Sudian mengatakan penggunaan drone thermal dapat membantu petugas mendeteksi titik panas yang tidak terlihat dari permukaan, terutama ketika kebakaran terjadi di lahan gambut.

“Water bombing kalau menurunkan air, di tempat asap bukan di titik yang sebenarnya. Karena melihat asapnya tapi enggak melihat titiknya, itu belum dilengkapi dengan drone thermal tadi,” ujar Sudian.

Menurut legislator Fraksi PAN tersebut, teknologi drone thermal dapat membantu petugas mengetahui lokasi titik api secara lebih akurat sehingga pengerahan water bombing tidak hanya berpatokan pada lokasi munculnya asap.

Sudian mendorong pengadaan peralatan tersebut segera dilakukan karena pemanfaatan teknologi dinilai telah menjadi kebutuhan dalam menghadapi karhutla.

“Sekarang musimnya sudah canggih sekali, kita harus menggunakan teknologi yang canggih juga untuk memadamkan api,” tegasnya.

Sumber Air Jadi Kunci Mitigasi Jangka Panjang

Anggota Komisi VIII DPR RI Endro Hermono menilai penguatan respons pemadaman harus diimbangi dengan mitigasi jangka panjang melalui pemeliharaan sumber-sumber air di kawasan rawan karhutla.

Menurut Endro, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk mempertahankan kondisi lahan gambut agar tetap lembap dan tidak mudah terbakar.

“Kalau enggak ada air, kanal-kanal yang dibuat itu enggak ada gunanya. Kalau enggak ada air, otomatis level dari gambut itu juga cepat turun,” ujar Endro.

Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut menilai sumber air dan kanal yang tidak terjaga dapat membuat gambut lebih cepat mengering sehingga meningkatkan risiko munculnya kebakaran.

Karena itu, pemeliharaan sumber air perlu menjadi bagian dari strategi pencegahan dan tidak hanya mendapat perhatian ketika kebakaran telah terjadi.

Endro juga mengingatkan karhutla merupakan persoalan berulang yang membutuhkan perencanaan jangka panjang dan kerja sama lintas sektor.

Ia mendorong koordinasi dengan komisi lain di DPR serta kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat pengelolaan sumber air dan kawasan rawan terbakar.

“Memang dalam hal ini, kalau kita merawat sumber, dampaknya tidak langsung, tetapi jangka panjang. Tapi kalau bukan sekarang ini terjadi, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?” tegasnya.

Sudian dan Endro berpandangan penggunaan teknologi untuk mendeteksi titik api serta pemeliharaan sumber air harus berjalan beriringan agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memperkuat pencegahan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026