
Pantau - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Danone Indonesia memperkuat pemenuhan kebutuhan gizi dan pendampingan psikososial bagi anak-anak terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan pemulihan perempuan dan anak pascabencana tidak cukup hanya melalui pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga memerlukan ruang aman serta pendampingan psikososial secara berkelanjutan.
“Trauma healing tidak dapat dilakukan hanya sekali atau dua kali. Sehingga diperlukan pendampingan jangka panjang dengan melibatkan psikolog,” kata Arifah dalam keterangan yang diterima di Kupang, Rabu (2/9/2026).
Arifah sebelumnya mengunjungi sejumlah lokasi terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai untuk memastikan kebutuhan dasar serta perlindungan perempuan dan anak terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Kunjungan tersebut turut diikuti psikolog anak sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) periode 2021–2026 Seto Mulyadi atau Kak Seto, jajaran Kemen PPPA, pemerintah daerah, Danone Indonesia, dan sejumlah pihak terkait.
Pos SAPA Jadi Ruang Aman Perempuan dan Anak
Rombongan di Labuan Bajo mengunjungi Rumah Shelter di Manggarai Barat, Desa Golo Bias, dan RSUD Komodo sebelum melanjutkan kunjungan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Di Ruteng, rombongan meninjau Posko Kabupaten Ruteng, SLB Tenda Ruteng, serta sejumlah posko masyarakat terdampak gempa.
“Inilah karakter asli bangsa Indonesia, gotong royongnya, kebersamaannya, solidaritasnya tidak hilang. Kami sekali lagi turut berempati atas kondisi saat ini,” kata Arifah.
Rombongan juga meninjau Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di sejumlah lokasi terdampak yang berfungsi sebagai ruang aman sekaligus tempat pendampingan bagi perempuan dan anak dalam situasi darurat.
Selain pendampingan psikososial, pemenuhan kebutuhan dasar dan asupan gizi dinilai penting untuk menjaga kesehatan serta mendukung tumbuh kembang anak selama masa tanggap darurat dan pemulihan.
Danone Salurkan Sekitar 5.000 Karton Bantuan
General Secretary Director Danone Indonesia Agung Laksamana mengatakan dukungan perusahaan melalui Kemen PPPA merupakan bagian dari gotong royong pemerintah, organisasi kemanusiaan, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai elemen lainnya dalam membantu korban bencana.
“Ketika saudara-saudara kita menghadapi bencana, kita semua adalah bagian dari Indonesia yang sama. Dalam situasi seperti ini, yang terpenting adalah bagaimana kita dapat bergotong royong dan mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Agung.
Danone Indonesia menyediakan dukungan hidrasi dan nutrisi berdasarkan hasil koordinasi serta kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan.
Sekitar 5.000 karton produk hidrasi dan nutrisi telah disalurkan secara bertahap melalui berbagai mitra kepada masyarakat terdampak gempa.
“Apa yang kami lakukan merupakan bagian kecil dari ikhtiar bersama. Kami percaya semangat saling membantu dan gotong royong adalah kekuatan bangsa Indonesia ketika menghadapi masa-masa sulit,” kata Agung.
Danone Indonesia menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Kemen PPPA, pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan berbagai mitra untuk mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana di NTT.
- Penulis :
- Aditya Yohan




