HOME  ⁄  Nasional

Tradisi Brayakan Maulid di Surabaya Bagikan 2.233 Barang dan Perkuat Semangat Berbagi Warga

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Tradisi Brayakan Maulid di Surabaya Bagikan 2.233 Barang dan Perkuat Semangat Berbagi Warga
Foto: (Sumber :Anggota TP PKK berebut perlengkapan rumah tangga saat tradisi brayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Convention Hall Surabaya, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). Kegiatan ini membagikan 2.233 paket barang untuk merawat kearifan lokal dan mempererat gotong royong. (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya).)

Pantau - Tradisi Brayakan kembali digelar dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Convention Hall Surabaya, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026), dengan membagikan 2.233 barang kepada peserta.

Sekitar 1.400 anggota dan keluarga besar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) mengikuti kegiatan yang mengangkat tradisi berbagi sekaligus menjaga kearifan lokal tersebut.

Barang yang dibagikan meliputi perlengkapan rumah tangga, makanan ringan, sabun, dan berbagai kebutuhan sehari-hari yang digantung untuk diperebutkan peserta.

Tradisi tersebut menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi di Surabaya yang memadukan kegiatan keagamaan, kegembiraan, serta pembagian barang kepada masyarakat.

Brayakan Pertahankan Tradisi Berbagi

Pemerintah Kota Surabaya mencatat Brayakan juga diselenggarakan pada peringatan Maulid Nabi 2025 dengan melibatkan sekitar 1.400 peserta.

Barang yang dibagikan dalam pelaksanaan sebelumnya juga berupa peralatan rumah tangga dan berbagai kebutuhan sederhana.

Brayakan yang sebelumnya berkembang di lingkungan kampung dan masjid kini turut dilaksanakan melalui kegiatan yang lebih terorganisasi dengan tetap mempertahankan unsur berbagi.

Tradisi Maulid di sejumlah wilayah Jawa Timur juga kerap diisi dengan pengajian, pembacaan selawat, pembagian makanan dan hadiah, pawai, serta kegiatan bersama masyarakat.

Tradisi Brayakan Perkuat Kebersamaan Warga

Brayakan menjadi salah satu tradisi yang mempertemukan unsur keagamaan dengan kebersamaan dan pemberian secara langsung kepada masyarakat.

Pelaksanaan tradisi tersebut juga memperlihatkan peran partisipasi warga dalam menjaga kebiasaan saling membantu dan bekerja bersama di lingkungan masyarakat.

Pelestarian Brayakan tidak hanya dilakukan dengan menggelarnya secara rutin, tetapi juga melalui dokumentasi dan pewarisan pengetahuan mengenai nilai yang melatarbelakangi tradisi tersebut.

Semangat kebersamaan dalam Brayakan sejalan dengan upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam kehidupan sosial di Surabaya.

Pemkot Surabaya pada 2026 juga kembali menempatkan Kampung Pancasila sebagai salah satu program yang berbasis pada keterlibatan masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026