
Pantau - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan rangkaian Blissful Mawlid 1448 Hijriah untuk menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW melalui program shalawat, zakat, layanan perkawinan, literasi Al Quran, ilmu falak, hingga nikah massal.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan rangkaian yang berlangsung sejak akhir Agustus hingga Oktober 2026 tersebut dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan gerakan yang melibatkan masyarakat secara luas di berbagai wilayah Indonesia.
“Ditjen Bimas Islam melaksanakan kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga gerakan masyarakat secara luas. Semoga gerakan ini menjadi gerakan dari Sabang sampai Merauke dan meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW,” ungkap Abu Rokhmad.
Program Blissful Mawlid diarahkan agar semangat mencintai dan meneladani Rasulullah SAW berkembang menjadi gerakan yang manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Karena itu, rangkaian kegiatan dibagi ke dalam sejumlah program dengan sasaran dan pendekatan berbeda.
Gema Shalawat Kebangsaan Targetkan 1,78 Juta Peserta
Salah satu agenda utama Blissful Mawlid adalah Gema Shalawat Kebangsaan yang berlangsung secara nasional pada 31 Agustus hingga 7 September 2026.
Kegiatan tersebut menargetkan partisipasi 1.781.945 orang untuk membaca Dalā’il al-Khayrāt.
Jumlah 1.781.945 peserta dipilih secara simbolis dengan mengambil inspirasi dari tanggal Kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 1945.
Peluncuran Gema Shalawat Kebangsaan dirangkaikan dengan Ijazah Kubra pembacaan Dalā’il al-Khayrāt yang diberikan oleh Sidi Idris al-Fihri al-Fasi.
Sidi Idris al-Fihri al-Fasi merupakan Wakil Rektor Universitas al-Qarawiyyin sekaligus Pimpinan Zawiyah Fasiyah di Fes, Maroko.
Selain kegiatan shalawat, Kemenag menghadirkan BeZakat 2026 berupa program seleksi penerima Beasiswa Zakat yang dibuka pada 24 Agustus hingga 7 September 2026.
Program tersebut merupakan hasil sinergi Kemenag, Baznas RI, dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia dengan menggandeng 21 perguruan tinggi.
BeZakat 2026 ditujukan untuk membuka akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga mustahik.
Penerima beasiswa memperoleh dukungan berupa pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya hidup, laptop, serta program pembinaan.
Kemenag Perkuat Layanan Perkawinan dan Ketahanan Keluarga
Dalam bidang layanan perkawinan, rangkaian Blissful Mawlid diawali dengan Pertemuan Pakar Penghulu pada 24–27 Agustus 2026 di Nganjuk, Jawa Timur.
Forum tersebut membahas telaah dan harmonisasi berbagai kebijakan teknis mengenai kepenghuluan, termasuk persoalan layanan perkawinan dan penyelarasan regulasi.
Pertemuan itu juga menghasilkan rekomendasi untuk memperkuat tata kelola agar pelayanan pernikahan semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Penguatan layanan keluarga kemudian dilanjutkan melalui Nikah Massal Blissful Mawlid 1448 Hijriah pada 5–6 September 2026.
Menurut Abu Rokhmad, penguatan keluarga ditempatkan sebagai bagian penting dari nilai keteladanan Rasulullah SAW.
Rangkaian Blissful Mawlid juga menghadirkan Tasyakur Maulidur Rasul untuk Penguatan Ketahanan Keluarga Indonesia yang dirangkaikan dengan Simposium Nasional Ulama dan Penghulu (NASUHA) pada 9–10 September 2026.
NASUHA dijadwalkan berlangsung di Buntet Pesantren, Cirebon.
MTQ hingga Astronomi Islam Masuk Rangkaian Blissful Mawlid
Rangkaian berikutnya adalah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 pada 11–20 September 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
MTQ Nasional ke-31 mengangkat tema “Menebar Cahaya Al Quran dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban”.
Setelah MTQ Nasional, Blissful Mawlid dilanjutkan dengan Lokakarya Astronomi Islam MABIMS pada 10–12 Oktober 2026 di Observatorium Bosscha.
Agenda berikutnya berupa Hari Bebas Kendaraan Bermotor SIGAP MAS pada 25 Oktober 2026 di kawasan Hotel Grand Sahid.
Kegiatan SIGAP MAS diarahkan untuk memperkuat literasi masyarakat mengenai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid.
Abu Rokhmad menilai keberagaman program tersebut menunjukkan semangat peringatan Maulid Nabi dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
“Keberagaman agenda tersebut menunjukkan bahwa semangat Maulid dapat diterjemahkan dalam banyak bentuk kemaslahatan. Shalawat menjadi penguatan spiritual, zakat membuka akses pendidikan, kepenghuluan dan nikah massal memperkuat layanan keluarga, sementara MTQ, ilmu falak, dan edukasi zakat memperluas literasi keislaman,” ungkap Abu Rokhmad.
- Penulis :
- Leon Weldrick




