
Pantau - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria memastikan pihaknya segera menindaklanjuti laporan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah terkait kelangkaan solar yang masih terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Barat.
Danantara meminta distribusi bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, segera dibenahi agar kelangkaan tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.
Komitmen tersebut disampaikan Dony saat menerima kunjungan Mahyeldi dalam pertemuan selama sekitar satu jam di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis.
Dony yang juga menjabat Kepala BP BUMN menilai ketersediaan BBM merupakan kebutuhan penting masyarakat sehingga kelancaran distribusinya harus mendapatkan perhatian dan tidak boleh dibiarkan bermasalah berlarut-larut.
Danantara Akan Panggil Dirut Pertamina Patra Niaga
Sebagai langkah awal untuk menangani persoalan tersebut, Dony menyatakan akan segera memanggil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga.
"Saya panggil segera Dirut (Pertamina) Patra Niaga," kata Dony.
Dalam pertemuan tersebut, Mahyeldi menyampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat belum mendapatkan akses terhadap data distribusi BBM dari Pertamina.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menilai akses terhadap data tersebut diperlukan untuk mengawasi penyaluran solar sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan BBM.
Persoalan distribusi BBM menjadi perhatian karena dinilai dapat memberikan dampak langsung terhadap kegiatan ekonomi masyarakat di Sumatera Barat.
Danantara Dorong Penataan Pertambangan Rakyat
Selain persoalan solar, Dony dan Mahyeldi membahas sejumlah agenda strategis pembangunan Sumatera Barat, termasuk pengembangan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan penanganan pertambangan tanpa izin (PETI).
Terkait aktivitas PETI yang masih marak, Dony menawarkan pendekatan yang mengintegrasikan kepentingan ekonomi masyarakat dengan perlindungan lingkungan.
Dony meminta pemerintah daerah melakukan pendataan secara akurat terhadap aktivitas pertambangan rakyat sebagai bagian dari upaya penataan sektor tersebut.
Danantara akan mendorong PT Antam untuk berperan sebagai perusahaan inti dalam pengembangan ekosistem pertambangan rakyat, sementara kelompok tambang rakyat yang telah memiliki izin dapat menjadi bagian dari ekosistem pertambangan yang lebih tertata.
Skema tersebut, menurut Dony, harus disertai pengelolaan lingkungan secara ketat melalui penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), reklamasi lahan, serta penanaman kembali kawasan setelah kegiatan pertambangan selesai.
"Hilirisasi, reklamasi, dan penanaman kembali harus berjalan bersamaan agar manfaat ekonomi dan kelestarian lingkungan dapat dijaga," ujarnya.
Sumbar Ajukan Lima Proyek Energi Rp5,35 Triliun
Dalam pertemuan yang sama, Mahyeldi menyerahkan proposal lima proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dengan total nilai investasi mencapai Rp5,35 triliun untuk periode 2027–2029.
Lima proyek tersebut terdiri atas PLTS Terapung Singkarak di Tanah Datar, PLTS Sijunjung, PLTS Mentawai, PLTS Pesisir Selatan, serta PLTG Sijunjung yang direncanakan memanfaatkan potensi gas dari Blok Sinamar.
Dony menilai pengembangan energi baru terbarukan dan pemanfaatan gas domestik memiliki potensi besar untuk memperkuat pasokan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.
Namun, Dony menekankan seluruh proyek tersebut harus didukung kesiapan dokumen, kepastian perizinan, serta koordinasi antarkementerian dan instansi terkait.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah rencana pemanfaatan gas Sinamar di Kabupaten Sijunjung dengan cadangan gas di wilayah kerja South West Bukit Barisan yang diperkirakan mencapai 35 MMSCFD.
Potensi gas tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik.
Tol dan Pelabuhan Teluk Bayur Turut Dibahas
Selain sektor energi dan pertambangan, Danantara bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membahas rencana pengembangan jalan tol serta perluasan kawasan Pelabuhan Teluk Bayur.
Dony menilai pembangunan jalan tol dan pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur berperan penting dalam memperkuat konektivitas Sumatera Barat.
Pengembangan infrastruktur tersebut juga diharapkan mempercepat pergerakan barang serta mendorong masuknya investasi ke Sumatera Barat.
Pada akhir pertemuan, Danantara dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sepakat menindaklanjuti seluruh pembahasan melalui pertemuan teknis yang melibatkan kementerian, BUMN, dan berbagai instansi terkait.
Tindak lanjut tersebut diarahkan untuk mempercepat realisasi berbagai program strategis pembangunan di Sumatera Barat.
- Penulis :
- Leon Weldrick




