
Pantau - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan bantuan rehabilitasi senilai Rp115,77 miliar untuk memulihkan 38.507 usaha mikro terdampak bencana di Sumatera Barat pada 2026.
Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Rahmadi mengatakan setiap pelaku usaha mikro yang memenuhi persyaratan akan memperoleh bantuan Rp3 juta untuk mendukung rehabilitasi usahanya.
"Total alokasi anggaran untuk Provinsi Sumatera Barat pada 2026 sebesar Rp119,3 miliar yang terbagi dalam tiga klaster, yaitu Banpres rehabilitasi usaha mikro, pemberdayaan UMKM, dan Klinik UMKM Bangkit," ujar Rahmadi.
Pendataan calon penerima menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan bantuan pemerintah disalurkan secara tepat sasaran kepada usaha mikro terdampak bencana.
Jumlah pelaku usaha mikro yang diusulkan sebagai calon penerima akan ditambah 25 persen dari kuota untuk mengantisipasi adanya calon penerima yang terkendala dalam proses validasi.
"Kalau nanti jumlahnya lebih, data tersebut akan disimpan untuk tahun 2027. Hal ini juga akan memudahkan dinas terkait dalam pendataan pengusaha mikro yang akan menerima Banpres selanjutnya," katanya.
Bantuan Disalurkan Melalui Tiga Regional
Pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat akan melakukan validasi data UMKM terdampak bencana serta menyediakan penanggung jawab atau person in charge (PIC).
Pemerintah daerah juga bertugas memastikan kesiapan lokasi dan peserta dalam pelaksanaan program pemulihan tersebut.
Sebanyak 13 kabupaten dan kota terdampak bencana di Sumatera Barat akan dikelompokkan menjadi tiga regional layanan yang berpusat di Kabupaten Agam, Kota Padang, dan Kepulauan Mentawai.
Pembagian regional dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program sekaligus memastikan bantuan menjangkau pelaku UMKM yang membutuhkan.
Rahmadi menekankan pemulihan UMKM pascabencana membutuhkan koordinasi pemerintah pusat dan daerah, terutama untuk menjaga akurasi data penerima serta kelancaran pelaksanaan program di lapangan.
Program Pemberdayaan Dimulai Akhir September
Tahapan sosialisasi program pemulihan UMKM di Sumatera Barat telah dimulai sejak Agustus 2026.
Kegiatan pemberdayaan UMKM selanjutnya direncanakan mulai berlangsung pada akhir September 2026.
Dari total alokasi Rp119,3 miliar untuk Sumatera Barat, pemerintah membagi anggaran ke dalam program bantuan rehabilitasi usaha mikro, pemberdayaan UMKM, dan Klinik UMKM Bangkit.
Program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha terdampak bencana memulihkan kegiatan ekonomi dan kembali menjalankan usahanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




