HOME  ⁄  Nasional

Mahyeldi Dorong Daerah Menjadi Ruang Tumbuh Pemimpin Masa Depan Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mahyeldi Dorong Daerah Menjadi Ruang Tumbuh Pemimpin Masa Depan Indonesia
Foto: (Sumber :Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memberikan kuliah umum di Institut SEBI, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (31/8/2026). ANTARA/HO-Institut SEBI.)

Pantau - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong pemerintah daerah menjadi ruang pengembangan sumber daya manusia unggul untuk melahirkan pemimpin masa depan Indonesia.

Mahyeldi mengatakan pembangunan daerah tidak hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, dan investasi, tetapi juga kemampuan membentuk manusia yang kompeten, berkarakter, berintegritas, serta mampu beradaptasi.

“Masa depan bangsa tidak dimenangkan oleh teknologi semata, tetapi oleh manusia yang mampu memberinya arah,” kata Mahyeldi dalam kuliah umum sekaligus peluncuran buku di Institut SEBI, Depok, Jawa Barat.

Menurut Mahyeldi, pemerintah daerah memiliki posisi strategis dalam pembinaan sumber daya manusia karena berada paling dekat dengan masyarakat.

Ekosistem pembinaan tersebut mencakup sekolah, perguruan tinggi, keluarga, dunia usaha, masyarakat, desa dan nagari, serta pemerintah.

Bonus Demografi Perlu Dihubungkan dengan Dunia Kerja

Mahyeldi menilai besarnya jumlah penduduk usia produktif merupakan peluang yang harus dikelola secara serius melalui kebijakan pengembangan sumber daya manusia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dikutip dalam paparannya, jumlah angkatan kerja Indonesia pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang dengan 148,19 juta orang bekerja dan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 4,65 persen.

Menurut Mahyeldi, kondisi tersebut membutuhkan kebijakan yang menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja melalui peningkatan keterampilan, penguatan literasi digital dan kecerdasan artifisial (AI), serta pelibatan generasi muda dalam penyelesaian persoalan masyarakat.

“Kepemimpinan nasional pada akhirnya juga dibangun dari daerah. Daerah harus menjadi tempat lahirnya manusia yang kompeten, berkarakter, berani mengambil tanggung jawab, dan mampu bekerja untuk kepentingan yang lebih luas,” ujarnya.

Dalam menghadapi perkembangan AI, Mahyeldi menawarkan konsep 4I yang terdiri atas iman, ilmu, integritas, dan inovasi.

Ia juga menawarkan pendekatan 5T, yakni temukan, tempa, tingkatkan, tumbuhkan, dan tugaskan, untuk mengidentifikasi potensi hingga memberikan kesempatan kepada generasi muda memimpin penyelesaian persoalan nyata.

Menaker Dorong Pemuda Kuasai Keahlian dan AI

Mahyeldi turut menyinggung tradisi kepemimpinan Sumatera Barat yang melahirkan sejumlah tokoh nasional seperti Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Haji Agus Salim, Tan Malaka, dan Buya Hamka.

Menurut dia, sejarah tersebut perlu menjadi pijakan untuk membangun ekosistem yang mampu melahirkan pemimpin baru sesuai kebutuhan zaman.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli yang memberikan kuliah umum dalam acara yang sama mengatakan tantangan Indonesia saat ini adalah menciptakan pekerjaan berkualitas tinggi yang mengandalkan keahlian dan riset.

Yassierli menyoroti posisi Indonesia yang berada di peringkat ke-55 dari 139 negara dalam indeks inovasi global 2025 serta perlunya peningkatan kualitas talenta dan tenaga kerja berbasis pengetahuan.

Ia mendorong mahasiswa menjadi generasi yang kompeten, memiliki rasa ingin tahu, peduli, dan berani sekaligus membangun keterampilan melalui karya, organisasi, proyek, serta pengabdian masyarakat.

Yassierli juga meminta generasi muda tidak takut menghadapi perkembangan AI karena persaingan pada masa depan akan melibatkan manusia yang mampu memanfaatkan teknologi tersebut, sementara empati, etika, dan hubungan antarmanusia tetap perlu dikembangkan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026