
Pantau - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Malinau untuk mengecek kesiapan satuan dalam menjaga wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Pengecekan dilakukan terhadap Batalyon Infanteri (Yonif) 614/Raja Pandhita dan Kodim 0910/Malinau sebagai bagian dari pembinaan sekaligus evaluasi kesiapan satuan di wilayah Kodam VI/Mulawarman.
"Kunjungan ini bagian dari pembinaan dan evaluasi kesiapan satuan di wilayah Kodam VI/Mulawarman," kata Krido.
Kesiapan satuan menjadi perhatian karena Kabupaten Malinau memiliki posisi geografis yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia.
Pangdam Tekankan Disiplin dan Deteksi Dini
Di hadapan prajurit Yonif 614/Raja Pandhita dan Kodim 0910/Malinau, Krido menekankan pentingnya menjaga disiplin, soliditas, serta meningkatkan kemampuan personel untuk mendukung stabilitas kawasan perbatasan.
Saat mengunjungi Kodim 0910/Malinau, Pangdam menerima paparan mengenai kondisi dan pelaksanaan tugas satuan sebelum memberikan pengarahan kepada personel.
Krido menekankan peran komando kewilayahan dalam melakukan deteksi dan pencegahan dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Pembinaan teritorial di kawasan pedalaman dan perbatasan juga menjadi bagian penting dari tugas yang ditekankan Pangdam kepada jajaran Kodim 0910/Malinau.
Setelah dari Kodim 0910/Malinau, Krido melanjutkan peninjauan ke Markas Yonif 614/Raja Pandhita di Desa Belayan.
Yonif 614/Raja Pandhita merupakan satuan tempur di bawah Kodam VI/Mulawarman yang dibentuk untuk menyikapi berbagai potensi ancaman terhadap kedaulatan Indonesia di kawasan perbatasan.
Pembentukan dan keberadaan satuan tersebut juga berkaitan dengan dinamika kawasan setelah kasus Sipadan-Ligitan dan Ambalat.
Yonif 614/Raja Pandhita telah memiliki pengalaman menjalankan penugasan di berbagai wilayah perbatasan, termasuk sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia-Papua Nugini.
Pada 2024, Yonif 614 memberangkatkan 450 personel untuk melaksanakan tugas pengamanan tapal batas di wilayah Lanny Jaya, Tolikara, dan Mamberamo Raya.
Dalam pengarahannya, Krido kembali menekankan kesiapsiagaan serta kemampuan prajurit memberikan respons secara cepat terhadap berbagai dinamika keamanan yang muncul, terutama di sektor utara Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Pangdam Tinjau Program Belajar Gratis di Pedalaman
Selain mengecek kesiapan pertahanan dan keamanan, Krido menjalankan agenda fungsi teritorial TNI dengan meninjau Rumah Baca Bermain Ceriah di Desa Pulau Sapi.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan Program Belajar Gratis bagi anak-anak yang tinggal di kawasan pedalaman.
Program itu menjadi bentuk pendampingan sosial yang dilaksanakan bersama unsur kewilayahan untuk masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan.
"Setiap anak di perbatasan punya hak yang sama untuk bermimpi besar dan meraih pendidikan setinggi-tingginya," ungkap Krido.
Krido menilai pendampingan masyarakat melalui rumah baca dapat membantu memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat, terutama warga yang menghadapi kesenjangan akses terhadap layanan pendidikan.
Dalam rangkaian kunjungan kerja di Malinau, Pangdam juga mengadakan pertemuan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas wilayah perbatasan.
Seluruh rangkaian kunjungan kerja Pangdam VI/Mulawarman di Malinau berlangsung aman dan tertib.
Setelah menyelesaikan agenda di Malinau, Krido dijadwalkan melanjutkan kegiatan pembinaan satuan ke Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan.
- Penulis :
- Leon Weldrick




