
Pantau - TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggagalkan upaya masuknya 16 pekerja migran ilegal asal Malaysia dan Bangladesh ke wilayah Indonesia melalui pesisir pantai Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Senin, 31 Agustus.
Operasi tersebut dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Quick Response Lanal Dumai, Tim B Intelmar Kodaeral I, dan Satgas Ops Intelmar Koarmada I.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah perairan perbatasan Indonesia sekaligus melindungi warga negara dari potensi tindak pidana perdagangan orang.
"Upaya ini dilakukan dalam rangka menjaga keamanan wilayah perairan perbatasan serta melindungi warga negara dari tindak pidana perdagangan orang," ungkap Tunggul.
Speedboat Mencurigakan Terdeteksi dari Selat Malaka
Peristiwa bermula ketika petugas memperoleh informasi intelijen mengenai pergerakan sebuah speedboat mencurigakan dari arah utara Selat Malaka menuju kawasan perairan Dumai.
Berdasarkan informasi tersebut, personel TNI AL langsung bergerak melakukan pemeriksaan di lokasi perairan sekitar pukul 06.00 WIB.
Setelah melakukan pemantauan, petugas menemukan speedboat tersebut bersama para penumpangnya di kawasan pesisir pantai.
Saat petugas hendak melakukan penangkapan, para pelaku berusaha melarikan diri dengan melompat menuju pinggir pantai.
Personel gabungan kemudian melakukan penyisiran ketat di sepanjang kawasan pesisir hingga permukiman warga di sekitar lokasi.
" Saat hendak ditangkap, para pelaku berusaha melarikan diri dengan melompat ke pinggir pantai. Setelah penyisiran ketat di sepanjang kawasan pesisir hingga pemukiman warga sekitar, petugas berhasil mengamankan total 16 orang beserta barang bukti penunjang," kata Tunggul.
Delapan Warga Malaysia dan Delapan Bangladesh Diamankan
Dari rangkaian penyisiran tersebut, petugas berhasil mengamankan total 16 orang beserta sejumlah barang bukti penunjang.
Berdasarkan keterangan TNI AL, orang-orang yang diamankan tersebut terdiri dari delapan warga negara Malaysia dan delapan warga negara Bangladesh.
Seluruh orang yang diamankan beserta barang bukti kemudian dibawa menuju Markas Lanal Dumai untuk diproses lebih lanjut.
"Ke-16 orang beserta barang bukti tersebut langsung dibawa ke markas lanal untuk seterusnya diserahkan ke pihak berwajib untuk menjalani proses hukum yang berlaku," ujar Tunggul.
TNI AL Perkuat Patroli Perairan
TNI AL menegaskan tindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen mencegah tindak pidana perdagangan orang maupun penyelundupan pekerja asing melalui wilayah perairan Indonesia.
TNI AL juga memastikan kegiatan patroli di wilayah perairan akan terus ditingkatkan dan diperkuat untuk mencegah terulangnya penyelundupan pekerja asing maupun aktivitas ilegal serupa melalui jalur laut.
- Penulis :
- Arian Mesa




