
Pantau - Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani meminta pemerintah menjadikan perlindungan dan evakuasi satwa sebagai bagian dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah Kalimantan yang mengalami kebakaran.
"Evakuasi tidak boleh menunggu hingga satwa ditemukan dalam kondisi kritis," kata Meitri dikutip di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Meitri menilai karhutla semakin mengancam ekosistem dan keberlangsungan satwa liar karena kebakaran tidak hanya merusak lahan, tetapi juga menghilangkan habitat serta sumber pakan satwa.
Ia menegaskan perlindungan satwa perlu masuk dalam desain respons bencana sehingga proses penyelamatan dapat dilakukan sebelum kondisi satwa memburuk.
Orangutan Dievakuasi di Ketapang
Meitri menyoroti penemuan seekor orangutan jantan dalam kondisi lemah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada 30 Agustus 2026.
Orangutan tersebut kemudian dievakuasi dan mendapat penanganan medis dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).
Kasus lain terjadi di Kalimantan Tengah setelah sekitar 1.717 hektare lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat dilaporkan terbakar hingga 1 September 2026.
BKSDA Kalimantan Tengah menyatakan habitat satwa dilindungi ikut terdampak, sementara sejumlah satwa termasuk ular dan trenggiling ditemukan di kawasan yang terkena karhutla.
BKSDA Minta Masyarakat Segera Melapor
Sebelumnya, Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane mengonfirmasi kematian Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Sempurna.
Sempurna sebelumnya ditemukan mengalami gangguan pernapasan yang diduga akibat paparan asap karhutla di Kabupaten Ketapang.
Murlan mengatakan laporan masyarakat berperan penting dalam mempercepat penyelamatan satwa liar yang sakit, terluka, maupun terdampak kebakaran.
"Peran masyarakat sangat penting. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas," katanya.
Perlindungan satwa menjadi perhatian seiring meluasnya karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan yang turut mengancam habitat serta sumber pakan satwa liar.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




