HOME  ⁄  Nasional

BMKG Pastikan Dentuman Misterius di Bandung Tak Berkaitan dengan Erupsi Anak Krakatau

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Pastikan Dentuman Misterius di Bandung Tak Berkaitan dengan Erupsi Anak Krakatau
Foto: (Sumber :Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026). (ANTARA/Rubby Jovan).)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan suara dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah Bandung Raya tidak berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Fenomena dentuman tersebut dilaporkan terdengar masyarakat di Bandung Raya pada Jumat hingga Sabtu dini hari, sementara penyebab pastinya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi mengatakan jarak Bandung dengan Gunung Anak Krakatau terlalu jauh untuk mengaitkan suara tersebut dengan aktivitas vulkanik gunung itu.

"Tapi kalau di Kota Bandung, menurut saya terlalu jauh untuk mendengar aktivitas dari letusan Gunung Krakatau yang kejadiannya seperti kemarin," kata Suaidi di Bandung, Sabtu (5/9/2026).

BMKG Tak Rekam Aktivitas Gempa

Suaidi menjelaskan suara dentuman dapat muncul akibat sejumlah aktivitas geofisika, termasuk swarm earthquake atau rangkaian gempa kecil, gempa di kawasan karst, serta gempa akibat runtuhan.

"Gempa-gempa akibat runtuhan, gempa-gempa akibat swarm, dan gempa-gempa kecil itu bisa menghasilkan dentuman," katanya.

Namun, hasil pemantauan BMKG tidak menunjukkan adanya rekaman gempa di Bandung Raya ketika masyarakat melaporkan fenomena dentuman tersebut.

"Tapi fenomena hari ini, kami mencatat tidak ada rekaman gempa, baik di sesar aktif, Sesar Lembang, Sesar Cimandiri, maupun beberapa sesar lainnya pada saat itu di wilayah Bandung Raya," ujar Suaidi.

Fenomena serupa sebelumnya juga pernah dilaporkan terjadi di wilayah Cianjur, termasuk ketika terjadi gempa Cianjur pada 2025.

Penyebab Dentuman Masih Diteliti

BMKG menilai penyebab dentuman di Bandung Raya belum dapat dipastikan sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut dari ahli sains kebumian, geofisika, dan meteorologi.

Suaidi menyebut terdapat literatur yang mengaitkan fenomena skyquake dengan sejumlah kemungkinan aktivitas alam.

"Ini memang belum terjawab, tapi ada literatur yang menjelaskan bahwa aktivitas skyquake tadi mungkin berkaitan dengan adanya aktivitas gas metana yang ada di danau purba," ujarnya.

BMKG hingga kini belum menemukan rekaman aktivitas pada Sesar Lembang, Sesar Cimandiri, maupun sesar aktif lainnya di Bandung Raya yang dapat menjelaskan munculnya dentuman tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026