HOME  ⁄  Nasional

BINUS University Perkuat Kompetensi Talenta Digital untuk Hadapi Perubahan Dunia Kerja Berbasis AI

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BINUS University Perkuat Kompetensi Talenta Digital untuk Hadapi Perubahan Dunia Kerja Berbasis AI
Foto: BINUS University resmi meluncurkan Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi untuk memperluas akses pendidikan AI bagi generasi muda sekaligus mempersiapkan talenta yang relevan dengan perkembangan industri, di Bekasi, Sabtu 5/9/2026 (sumber: BINUS University)

Pantau - BINUS University mendorong penguatan kompetensi talenta digital di tengah semakin luasnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang mengubah kebutuhan industri terhadap tenaga profesional.

Pemanfaatan AI yang semakin terintegrasi dalam berbagai proses kerja membuat perusahaan membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi lebih luas dan tidak terbatas pada kemampuan teknis.

Senior Data Scientist & AI Consultant, Cloud Solutions Department, Lintasarta Cloudeka, Nicholas Dominic, mengatakan AI mulai mengalami pergeseran fungsi dari sekadar alat bantu menjadi bagian dari proses kerja.

“Perusahaan membutuhkan individu yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu memahami persoalan bisnis, membaca data secara kritis, berkolaborasi, dan menentukan bagaimana AI dapat digunakan secara tepat untuk menghasilkan solusi yang berdampak,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Penggunaan AI di Indonesia Melampaui Rata-rata Global

Perkembangan penggunaan AI dalam dunia kerja di Indonesia menunjukkan tren yang semakin kuat seiring meningkatnya jumlah pekerja yang memanfaatkan teknologi tersebut.

Berdasarkan data Microsoft Work Trend Index 2026, sebanyak 33 persen pekerja di Indonesia telah masuk dalam kategori pengguna AI tingkat lanjut.

Angka tersebut tercatat lebih dari dua kali lipat dibandingkan rata-rata global yang sebesar 16 persen.

Survei tersebut juga menunjukkan sebanyak 62 persen responden di Indonesia menilai kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting pada era AI.

Sementara itu, sebanyak 60 persen responden menilai kemampuan melakukan kontrol kualitas terhadap hasil yang dihasilkan AI menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan.

Nicholas menilai keterhubungan antara dunia pendidikan dan industri semakin penting agar kompetensi yang diperoleh mahasiswa selama menjalani pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan dunia profesional.

Kementerian Komunikasi dan Digital memproyeksikan Indonesia membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada 2030.

Namun, hingga saat ini masih terdapat kesenjangan sekitar 3 juta talenta digital yang perlu dipenuhi Indonesia.

Perguruan Tinggi Perkuat Pembelajaran AI

Perubahan kebutuhan dunia kerja mendorong perguruan tinggi untuk semakin memperkuat pembelajaran mengenai AI yang tidak hanya berfokus pada penguasaan kemampuan teknis.

Mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, pemahaman terhadap bisnis, serta kemampuan menerapkan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.

Dekan School of Computer Science BINUS University Prof Dr Ir Derwin Suhartono menilai tantangan generasi muda bukan sekadar kemampuan menguasai teknologi AI, tetapi juga kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan teknologi tersebut.

“Pertanyaan penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi dirancang untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pengembangan teknologi AI sekaligus kemampuan mengevaluasi hasilnya.

Mahasiswa juga diarahkan agar mampu menerapkan AI untuk menyelesaikan berbagai persoalan nyata.

BINUS @Bekasi Siapkan Talenta AI Sesuai Kebutuhan Industri

Direktur Kampus BINUS @Bekasi Prof Gatot Soepriyanto mengatakan pengembangan pendidikan AI di Bekasi relevan dengan karakteristik wilayah yang memiliki ekosistem industri, bisnis, layanan, dan teknologi yang dinamis.

Kondisi tersebut dinilai menjadikan Bekasi sebagai lingkungan yang relevan bagi pengembangan pendidikan berbasis AI.

Pembelajaran AI diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai teknologi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi solusi yang memiliki nilai bagi berbagai sektor.

“Kami ingin pembelajaran AI tidak berhenti pada pemahaman teknologi, tetapi juga mampu diterjemahkan menjadi solusi yang memberikan nilai bagi industri, bisnis, dan masyarakat,” katanya.

Melalui Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi, BINUS University berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan AI sekaligus menghasilkan talenta yang mampu menghubungkan penguasaan teknologi dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Pengembangan talenta tersebut diharapkan turut meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi perkembangan ekonomi yang semakin berbasis AI.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026