HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen Pulihkan Pembelajaran di NTT, 1.931 Sekolah dan 171 Ribu Murid Kembali Belajar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemendikdasmen Pulihkan Pembelajaran di NTT, 1.931 Sekolah dan 171 Ribu Murid Kembali Belajar
Foto: (Sumber :Guru mengajar murid-murid di luar ruangan kelas di SDK Desa Cawalo, Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/9/2026). Sekolah-sekolah di pulau tersebut mulai kembali melaksanakan kegiatan belajar serta memberikan pemulihan psikologis para siswa atas trauma pascagempa bumi yang melanda daerah mereka pada 15 Agustus 2026. ANTARA FOTO/Mega Tokan/app.)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat 1.931 satuan pendidikan dengan 171.476 murid di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali menjalani kegiatan belajar mengajar sekitar tiga pekan setelah terdampak gempa bumi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan pembelajaran disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah melalui fasilitas darurat, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), maupun kegiatan tatap muka.

“Proses pemulihan layanan pendidikan pascagempa di NTT menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, sebanyak 1.931 satuan pendidikan dan 171.476 murid telah kembali melaksanakan proses pembelajaran,” kata Mu’ti di Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026).

Sebanyak 1.504 satuan pendidikan saat ini melaksanakan pembelajaran menggunakan fasilitas sekolah darurat, 392 satuan pendidikan menerapkan PJJ, sedangkan 35 satuan pendidikan sudah kembali menggelar pembelajaran tatap muka.

Kemendikdasmen Distribusikan Tenda dan Perlengkapan Sekolah

Kemendikdasmen hingga 3 September 2026 telah mendistribusikan 100 tenda kelas darurat ke sejumlah daerah yang terdampak gempa.

Tenda tersebut terdiri atas delapan unit untuk Kabupaten Manggarai Barat, 28 unit di Manggarai, 27 unit di Manggarai Timur, 17 unit di Nagekeo, tujuh unit di Ngada, delapan unit di Sikka, dan lima unit di Ende.

Pemerintah juga menyalurkan 5.500 school kit, 500 paket sembako, 9.500 bingkisan anak, 1.500 family kit, serta 9.500 buku bacaan untuk mendukung pemulihan warga sekolah.

Bantuan tersebut didistribusikan ke Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Kemendikdasmen turut menyalurkan bantuan awal senilai Rp1,1 miliar untuk mendukung pembersihan lokasi sekolah yang mengalami kerusakan berat.

Pemerintah Siapkan 3.763 Ruang Kelas Darurat

Memasuki masa transisi pembelajaran, Kemendikdasmen menargetkan pemenuhan sebanyak 3.763 unit ruang kelas darurat bagi sekolah terdampak.

Pemerintah juga akan meningkatkan mutu layanan pembelajaran pada 1.504 sekolah yang masih menggunakan fasilitas darurat.

Pemulihan dilaksanakan melalui penyediaan ruang belajar darurat, pendampingan psikososial, perbaikan sanitasi, peningkatan mutu layanan pendidikan, serta asesmen kelayakan bangunan sekolah.

Asesmen teknis terhadap sekolah terdampak akan dilakukan untuk memastikan bangunan yang nantinya kembali digunakan memenuhi persyaratan keamanan dan kelayakan.

“Layanan pendidikan harus bangkit dan kembali membangun kebahagiaan dan harapan anak-anak NTT menatap masa depan yang jauh lebih baik. Dengan kerja keras dan partisipasi semesta dari seluruh pihak, kami berharap seluruh layanan pendidikan yang terdampak gempa di NTT akan berangsur pulih dengan cepat,” kata Mendikdasmen.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026