
Pantau - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada 15 kecamatan yang tersebar di tiga kabupaten di Provinsi Lampung dan Banten hingga Minggu (6/9/2026), sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan belum ada korban jiwa akibat bencana tersebut.
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan perkembangan dampak erupsi itu dalam konferensi pers mengenai situasi dan kondisi pascaerupsi Gunung Anak Krakatau yang digelar secara daring dari Jakarta.
"Terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau ini ada di tiga kabupaten dan 15 kecamatan," kata Suharyanto.
Sebanyak 15 Kecamatan Terdampak Erupsi
Wilayah terdampak di Kabupaten Lampung Selatan meliputi Kecamatan Punduh Pedada, Rajabasa, Kalianda, Ketapang, Bakauheni, Sidomulyo, dan Katibung.
Di Kabupaten Pandeglang, Banten, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Carita, Labuan, Panimbang, dan Jiput.
Sementara di Kabupaten Tanggamus, Lampung, dampak erupsi tercatat di Kecamatan Pematang Sawa, Cukuh Balak, Semaka, dan Kota Agung.
Selain wilayah tersebut, abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau juga dilaporkan memapar wilayah Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Lampung.
BNPB Pastikan Belum Ada Korban Jiwa
Suharyanto mengatakan BNPB telah berkoordinasi dengan para kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengetahui kondisi terkini di wilayah terdampak.
"Kami sudah melakukan video conference dengan para Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, semua melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa. Sementara dampak secara fisik untuk kerusakan ini terus masih dilakukan pendataan," tutur Suharyanto.
Pendataan kerusakan fisik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau masih dilakukan oleh petugas di daerah terdampak.
BNPB juga terus memantau perkembangan situasi setelah abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti




