
Pantau - Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan menyebar hingga Bandung Raya dan ditemukan menempel pada kendaraan warga di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, Minggu, 6 September 2026.
Warga Leuwigajah, Yogi Dwi Arianto, mendapati mobilnya yang masih bersih pada Sabtu malam telah dipenuhi partikel berwarna keabu-abuan ketika diperiksa pada Minggu pagi.
"Tadi malam mobil masih bersih, masih kinclong. Pagi-pagi sudah penuh debu, warnanya agak keabu-abuan juga. Ini beda sih dengan debu biasa," katanya.
Yogi mengatakan partikel tersebut terasa lebih kasar dan lengket dibandingkan debu biasa sehingga harus dibersihkan dengan hati-hati agar tidak menggores kendaraan.
"Harus lebih ekstra bersihin debunya, soalnya kasar dan lengket. Mungkin ditutup dulu ya, bahaya kalau tiap hari ketempelan abu seperti ini," ujarnya.
Pakar Ungkap Karakter Abu Vulkanik
Pakar Kebencanaan pada Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menjelaskan abu vulkanik memiliki karakter berbeda dengan debu biasa karena berasal dari pecahan material vulkanik berukuran sangat halus.
"Abu vulkanik itu berbeda dari debu biasa yang lunak dan mudah disaring, partikel abu vulkanik merupakan pecahan kaca silika dan batuan berukuran mikroskopis (kurang dari 2 mm)," kata Daryono.
Partikel yang sangat halus tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan hingga mencapai bagian dalam paru-paru serta berpotensi menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.
"Secara kimiawi, partikel abu vulkanik diselimuti oleh senyawa asam, seperti asam sulfat dan asam klorida, serta mengandung berbagai logam berat dan mineral. Ketika tersedot atau menempel pada jaringan tubuh yang basah, kandungan asam ini bereaksi secara agresif," ujarnya.
Daryono mengatakan paparan abu vulkanik dalam jangka pendek dapat memicu iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak napas, serta iritasi mata, terutama pada masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan seperti asma.
Warga Diimbau Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
Masyarakat di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko paparan.
Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan kacamata pelindung serta masker dengan kemampuan filtrasi tinggi.
"Penggunaan masker sangat dianjurkan karena masker kain biasa tidak mampu menahan partikel mikroskopis ini," katanya.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti




