
Pantau - Deputi I Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Fahd Pahdepie menyebut kesadaran kolektif masyarakat menjadi salah satu kunci bagi Indonesia untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Fahd menyampaikan pandangan tersebut dalam acara Ideatalks: A New Hope Tuning the Frequency of Indonesia's Future Map di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Menurut Fahd, Indonesia saat ini tidak kekurangan informasi, ilmu pengetahuan, maupun sumber daya manusia dengan berbagai keahlian, tetapi masih menghadapi tantangan dalam menentukan arah dan tujuan bersama.
Indonesia Diibaratkan Kapal Besar
Fahd mengibaratkan Indonesia sebagai kapal besar yang dihuni orang-orang dengan pengetahuan dan keahlian masing-masing, tetapi belum mempunyai satu titik koordinat yang disepakati bersama.
"Masalah kapal besar ini satu, tidak ada satu pun titik koordinat yang disepakati kapal ini mau ke mana," ujar Fahd.
"Selama kita tidak punya kesadaran kolektif untuk mencapai satu titik koordinat yang sama, maka Indonesia ini akan sama saja," katanya.
Fahd mengatakan masyarakat kini hidup di tengah akses informasi yang semakin mudah, mulai dari teknologi, kecerdasan buatan, pola asuh, hingga filsafat.
Namun, menurut dia, melimpahnya informasi tidak secara otomatis membangun kesadaran masyarakat mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing untuk mencapai tujuan bersama.
"Ini adalah PR kita kalau bicara 2045. Selama kita masih berada di kompartemen-kompartemen tertentu, dan kita tidak punya kesadaran kolektif untuk bisa mencapai satu titik koordinat yang sama," ujarnya.
Gagasan 2045 Hertz untuk Masa Depan Indonesia
Fahd menilai pembahasan mengenai Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik, perkembangan teknologi, dan peningkatan kapasitas intelektual.
Ia menekankan pembangunan kapasitas manusia juga perlu mencakup aspek mental, intelektual, dan spiritual.
Dalam kesempatan tersebut, Fahd memperkenalkan gagasan "2045 Hertz" sebagai gambaran mengenai pentingnya membangun frekuensi bersama dalam menentukan arah masa depan Indonesia.
Menurut Fahd, kesamaan frekuensi diperlukan agar masyarakat dapat saling memahami, mendukung, dan membantu dalam mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.
"2045 Hertz, frekuensi masa depan Indonesia. Karena kalau frekuensi itu tidak kita setel, kita akan berantakan sebagai bangsa," kata Fahd.
Fahd optimistis Indonesia dapat mencapai masa depan yang dicita-citakan apabila masyarakat mampu menentukan tujuan bersama, membangun kapasitas diri, dan menghidupkan kembali nilai-nilai yang menghubungkan satu manusia dengan manusia lainnya.
- Penulis :
- Gerry Eka




