
Pantau - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya mengoperasikan satu kereta api tambahan rute Stasiun Malang-Stasiun Gambir, Minggu (6/9/2026), untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat setelah erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada aktivitas penerbangan.
Kereta tambahan tersebut dijadwalkan berangkat dari Stasiun Malang pada pukul 20.15 WIB dan diperkirakan tiba di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 09.54 WIB.
Manager Humas PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan penambahan perjalanan dilakukan menyusul penutupan sejumlah bandara akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Seiring ditutupnya sejumlah bandara akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau ada satu KA Tambahan yang dioperasikan oleh PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya dari Stasiun Malang dengan tujuan akhir Stasiun Gambir, keberangkatan pukul 20.15 WIB," kata Mahendro.
KAI Siapkan 350 Tempat Duduk
Kereta tambahan Malang-Gambir tersebut terdiri atas tujuh kereta kelas eksekutif dengan kapasitas total mencapai 350 tempat duduk.
Pengoperasian perjalanan tambahan menjadi bagian dari upaya KAI menyediakan alternatif transportasi bagi masyarakat dengan tetap mempertimbangkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan.
KAI Daop 8 Surabaya juga terus memantau perkembangan kebutuhan perjalanan masyarakat selama dampak erupsi Gunung Anak Krakatau masih memengaruhi layanan transportasi udara.
"KAI terus memastikan masyarakat memiliki akses transportasi kereta api yang aman dan nyaman melalui penyesuaian layanan perjalanan," ujar Mahendro.
Penumpang Diminta Pantau Informasi Perjalanan
Mahendro mengimbau calon penumpang mempersiapkan kebutuhan perjalanan dan terus memantau perkembangan layanan kereta api.
Informasi terbaru dapat diperoleh melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, serta kanal informasi resmi perusahaan lainnya.
"Setiap pengaturan perjalanan dilakukan dengan memperhatikan kesiapan sarana, prasarana, serta aspek keselamatan," kata Mahendro.
Pengoperasian kereta tambahan tersebut diharapkan menjaga akses mobilitas masyarakat di tengah gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Penulis :
- Gerry Eka




