HOME  ⁄  Nasional

PPIU Membentuk Kanal Khusus untuk Tangani Jamaah Umrah Terdampak Gangguan Penerbangan akibat Abu Anak Krakatau

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PPIU Membentuk Kanal Khusus untuk Tangani Jamaah Umrah Terdampak Gangguan Penerbangan akibat Abu Anak Krakatau
Foto: (Sumber :Jamaah umrah yang tertahan di bandara imbas debu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. ANTARA/HO-Kementerian Haji dan Umrah.)

Pantau - Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) membentuk kanal komunikasi khusus bagi tour leader yang mendampingi jamaah umrah untuk mempercepat penanganan gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Muhammad Firman Taufik mengatakan pihaknya juga mendata anggota yang terdampak dan berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan penanganan jamaah berjalan optimal.

"Saat ini Himpuh sedang mendata anggota kami yang terdampak, membuat kanal komunikasi khusus untuk para tour leader yang sedang membersamai jamaah, dan melakukan komunikasi intens dengan pihak-pihak terkait," ujar Firman di Jakarta, Senin.

Kanal tersebut digunakan untuk mempercepat penyampaian informasi kepada anggota yang mendampingi jamaah, baik yang masih berada di Indonesia, dalam perjalanan, maupun tertahan di Arab Saudi.

Gangguan Penerbangan Picu Risiko Biaya Tambahan

Koordinasi penanganan juga dilakukan bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang telah membentuk kanal komunikasi khusus dengan asosiasi penyelenggara umrah serta melibatkan maskapai dan Kementerian Perhubungan.

Firman mengatakan gangguan penerbangan berpotensi menimbulkan kerugian dan biaya tambahan karena fasilitas yang telah menjadi bagian dari paket perjalanan jamaah dapat terganggu.

"Risiko buat jamaah, kehilangan fasilitas hotel, visa, pesawat yang merupakan bagian dari paket umrah, bisa juga risiko biaya karena ada fasilitas dadakan yang harus mereka tanggung secara mandiri," kata dia.

Jamaah terdampak mencakup mereka yang hendak berangkat ke Arab Saudi tetapi masih tertahan di bandara keberangkatan akibat penutupan operasional.

Dampak juga dialami jamaah yang masih berada di Jeddah maupun Madinah dan tertahan menuju Indonesia karena bandara tujuan mengalami penutupan atau pembatasan operasional.

Jamaah yang berada di negara transit turut berpotensi tertahan apabila penerbangan lanjutan menuju Indonesia mengalami gangguan.

"Keempat, jamaah yang mendarat tidak di bandara tujuan. Misalnya tujuan awalnya Jakarta, tetapi kemudian dialihkan ke Malaysia, Singapura, Aceh, Kertajati, dan lainnya," kata Firman.

Penyesuaian Jadwal Jadi Persoalan Krusial

Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi mengatakan penyesuaian jadwal penerbangan menjadi salah satu persoalan krusial akibat gangguan abu vulkanik.

Perubahan jadwal kedatangan maupun keberangkatan berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap berbagai layanan yang telah disiapkan untuk jamaah umrah.

Sapuhi berharap gangguan penerbangan segera berakhir sehingga perjalanan jamaah umrah dapat kembali berjalan normal.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026