
Pantau - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) segera melakukan mitigasi dan memastikan jamaah yang terdampak gangguan penerbangan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memperoleh pelayanan serta pendampingan.
Direktur Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Puji Raharjo mengatakan PPIU harus memberikan informasi mengenai perkembangan penerbangan kepada jamaah secara cepat dan akurat.
"Jamaah kami minta tetap tenang dan terus berkomunikasi dengan travel masing-masing. PPIU harus memastikan setiap jamaah memperoleh informasi yang cepat, jelas, dan akurat, mengenai status penerbangan serta penanganan yang sedang dilakukan," ujar Puji di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Gangguan terjadi setelah operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, terhenti sejak 6 September 2026 akibat debu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kondisi tersebut berdampak terhadap jamaah umrah yang hendak berangkat menuju Tanah Suci maupun kembali ke Indonesia karena mengalami penundaan penerbangan.
Keselamatan Jamaah Jadi Prioritas
Puji menegaskan keselamatan jamaah menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan terkait keberangkatan, kepulangan, transit, perubahan jadwal, maupun pengalihan rute penerbangan.
PPIU juga diminta memastikan jamaah yang mengalami penundaan tetap mendapatkan akomodasi, konsumsi, transportasi, pendampingan, dan kebutuhan dasar lainnya hingga perjalanan dapat dilanjutkan.
"Jamaah yang terdampak penundaan tidak boleh dibiarkan tanpa kepastian. PPIU harus memastikan kebutuhan jamaah tetap terlayani, termasuk akomodasi, konsumsi, transportasi, pendampingan, dan kebutuhan dasar lainnya, sampai perjalanan dapat dilanjutkan," kata dia.
Kemenhaj meminta PPIU aktif berkoordinasi dengan maskapai, pengelola bandara, otoritas penerbangan, penyedia layanan di Arab Saudi, serta pihak terkait lainnya untuk memperoleh kepastian jadwal dan alternatif perjalanan.
Kemenhaj juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan otoritas terkait guna memantau kondisi penerbangan serta memastikan penanganan jamaah berjalan terkoordinasi.
Jamaah di Arab Saudi dan Negara Transit Dipantau
Perhatian khusus diberikan kepada jamaah yang masih berada di Arab Saudi maupun tertahan di negara transit akibat perubahan atau pembatalan penerbangan.
"Kami terus melakukan koordinasi untuk memastikan jamaah yang masih berada di Arab Saudi maupun di negara transit terpantau dengan baik. Prinsipnya, tidak boleh ada jamaah yang kehilangan pendampingan atau tidak memperoleh kepastian pelayanan," kata Puji Raharjo.
Kemenhaj turut meminta asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan PPIU menjangkau seluruh penyelenggara, termasuk PPIU yang tidak tergabung dalam asosiasi, agar penanganan jamaah dilakukan secara menyeluruh.
Setiap PPIU juga diminta menyediakan kanal komunikasi atau narahubung yang aktif dan mudah diakses jamaah serta keluarga untuk memperoleh informasi mengenai penerbangan, perubahan jadwal, lokasi jamaah, dan langkah penanganan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




