HOME  ⁄  Nasional

Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir Setelah 25 Jam, Status Gunung Tetap Siaga

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir Setelah 25 Jam, Status Gunung Tetap Siaga
Foto: (Sumber :Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi KESDM/aa..)

Pantau - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah berakhir setelah berlangsung sekitar 25 jam, tetapi status aktivitas gunung tersebut masih dipertahankan pada Level III atau Siaga.

Episode erupsi menerus dimulai pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB dan berakhir pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau setelah fase tersebut kembali menunjukkan karakteristik erupsi strombolian.

"Pasca-berakhirnya episode tersebut, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau bertransisi kembali ke karakteristik erupsi strombolian yang ditandai dengan perekaman tiga kali gempa letusan/erupsi strombolian," kata Lana.

Potensi Letusan Susulan Masih Tinggi

Badan Geologi menginterpretasikan kembalinya erupsi strombolian sebagai penanda berakhirnya fase letusan terus-menerus berdurasi panjang.

Meski demikian, probabilitas terjadinya letusan susulan pada periode berikutnya masih dinilai tinggi sehingga masyarakat diminta tetap waspada.

Pengamatan instrumental pada periode 6-7 September 2026 mencatat tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa low frequency, dan 98 kali gempa hybrid atau fase banyak.

Badan Geologi juga merekam empat kali gempa tremor menerus dan satu kali gempa vulkanik dangkal.

Grafik perataan amplitudo Real-time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) yang sempat melonjak pada 5 September kini menunjukkan tren penurunan sejak 6 September 2026.

Data deformasi tiltmeter Stasiun Tanjung menunjukkan indikasi inflasi tipis sejak awal Agustus 2026, sedangkan Stasiun Lava93 memperlihatkan pola konstan.

Radius Tiga Kilometer Tetap Dilarang

Berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh, Badan Geologi masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

Masyarakat, wisatawan, dan pendaki direkomendasikan tidak mendekati maupun beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Pembatasan tersebut diberlakukan untuk menghindari ancaman lontaran batu pijar, awan panas, aliran lava, serta hujan abu lebat yang masih berpotensi terjadi.

Warga pesisir Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang serta tidak mempercayai informasi hoaks mengenai potensi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat turut dianjurkan mengenakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026