HOME  ⁄  Nasional

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Pemkot Batam Sebut Pariwisata dan MICE Mulai Terdampak

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Pemkot Batam Sebut Pariwisata dan MICE Mulai Terdampak
Foto: Wali Kota Batam Amsakar Achmad (sumber: ANTARA/Amandine Nadja)

Pantau - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, menilai gangguan dan pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak terhadap sektor pariwisata serta Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) di Batam.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan pembatalan penerbangan yang berlangsung selama beberapa hari telah menghambat mobilitas masyarakat dari dan menuju Batam.

Gangguan aksesibilitas tersebut tidak hanya memengaruhi pergerakan orang, tetapi juga arus barang karena Batam memiliki peran sebagai pusat logistik.

Kondisi itu berpotensi memengaruhi pergerakan ekonomi daerah, terutama sektor yang bergantung pada konektivitas dan mobilitas.

“Pasti berpengaruh. Menurut saya seluruh daerah MICE ketika aksesibilitas ini terganggu, jalur keluar masuk orang terganggu, sebagai pusat logistik juga jalur keluar masuk barang terganggu, tentu saja akan berpengaruh dengan pergerakan ekonomi di daerah,” ungkap Amsakar.

Agenda Kerja Sama Pemkot Batam Ikut Terganggu

Gangguan penerbangan turut berdampak terhadap sejumlah agenda kerja sama yang sebelumnya telah dijadwalkan Pemerintah Kota Batam.

Salah satunya adalah pertemuan di Jakarta dengan Putri Ratu Swedia yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU terkait kelistrikan.

“Ada beberapa agenda pertemuan di Jakarta, seperti pertemuan dengan Putri Ratu Swedia yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait kelistrikan,” kata Amsakar.

Meski Amsakar terkendala penerbangan, agenda tersebut tetap dapat diwakili Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra yang masih berada di Jakarta.

Amsakar berharap dampak erupsi terhadap penerbangan tidak berlangsung lama sehingga akses penerbangan dari dan menuju Batam dapat kembali normal dalam beberapa hari ke depan.

“Harapan kita dua atau tiga hari ke depan sudah ada pengumuman resmi dari pemerintah untuk membuka kembali alur penerbangan kita,” ujar Amsakar.

Menurut Amsakar, keputusan pembukaan kembali penerbangan harus mempertimbangkan berbagai indikator, termasuk kondisi udara, pergerakan abu vulkanik, serta informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Ia menegaskan gangguan penerbangan merupakan dampak faktor alam sehingga aspek keselamatan tetap harus menjadi pertimbangan utama.

Kunjungan Wisman Batam Tumbuh Sepanjang 2026

Di tengah gangguan penerbangan, sektor pariwisata Batam sedang mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari-Juli 2026 mencapai 964.457 kunjungan.

Angka tersebut meningkat dibandingkan periode Januari-Juli 2025 yang tercatat sebanyak 861.997 kunjungan.

Dengan demikian, kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam bertambah 102.460 kunjungan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam selama Januari-Juli 2026 masih didominasi wisatawan asal Singapura, Malaysia, dan China.

Amsakar memastikan pembatalan penerbangan akan berpengaruh terhadap arus pariwisata di Batam.

“Kalau dampak pembatalan penerbangan ini dan kaitannya dengan arus pariwisata, dipastikan terpengaruh,” kata Amsakar.

Apabila gangguan penerbangan berlangsung terlalu lama, dampaknya terhadap konektivitas Batam, penyelenggaraan agenda MICE, pergerakan wisatawan, serta aktivitas ekonomi berpotensi semakin besar.

Amsakar berharap berbagai agenda yang tertunda akibat gangguan penerbangan dapat dijadwalkan kembali setelah kondisi penerbangan dan aksesibilitas Batam kembali normal.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026