
Pantau - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026), untuk membahas penanganan sejumlah bencana di Indonesia.
Rapat tersebut akan membahas dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, penanggulangan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Prabowo dijadwalkan mengikuti rapat bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga, sedangkan sejumlah kepala daerah akan bergabung melalui konferensi video.
Berdasarkan informasi dari sumber Istana, rapat terbatas dijadwalkan berlangsung pada Senin siang dan akan disiarkan secara terbuka.
Prabowo Minta Warga Waspadai Aktivitas Anak Krakatau
Terkait erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung selama akhir pekan, Prabowo sebelumnya mengimbau masyarakat di wilayah terdampak dan sekitarnya untuk tetap tenang serta meningkatkan kewaspadaan.
Imbauan tersebut secara khusus ditujukan kepada masyarakat di Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda.
"Saudara-saudara kita yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan, dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan patuhi sepenuhnya zona bahaya serta batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang," kata Presiden Prabowo.
Presiden memastikan pemerintah terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menerima laporan terkini dari jajaran terkait.
Prabowo telah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, Polri, serta pemerintah daerah untuk terus memantau perkembangan situasi.
Instruksi pemantauan dan penanganan juga diberikan kepada Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir setelah Sekitar 25 Jam
Berdasarkan perkembangan hingga Senin siang, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan fase erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir setelah berlangsung sekitar 25 jam.
Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026, pukul 23.07 WIB hingga Minggu, 6 September 2026, pukul 00.04 WIB.
Meski fase erupsi menerus telah berakhir, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau karena tingkat kegempaannya masih tinggi.
Setelah periode erupsi menerus berakhir, aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan pola letusan ringan yang disebut sebagai karakteristik gunung api tersebut di wilayah Provinsi Lampung.
- Penulis :
- Shila Glorya




