
Pantau - Kantor Imigrasi Ngurah Rai di Kabupaten Badung, Bali, melakukan penyesuaian data perlintasan terhadap 94 penumpang yang penerbangannya terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penyesuaian dilakukan untuk memastikan para penumpang tidak mengalami kerugian secara administratif akibat pembatalan penerbangan karena kondisi di luar kendali mereka.
Kepala Imigrasi Ngurah Rai Muhamad Novyandri mengatakan langkah tersebut langsung dilakukan setelah penerbangan internasional yang membawa para penumpang dibatalkan.
“Kami langsung melakukan penyesuaian, agar tidak ada penumpang yang dirugikan secara administratif akibat kondisi yang berada di luar kendali mereka,” ungkap Novyandri.
94 Penumpang Citilink Terdampak Pembatalan
Berdasarkan data Imigrasi Ngurah Rai, terdapat satu penerbangan internasional yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penerbangan tersebut adalah Citilink Indonesia nomor penerbangan QG-500 yang melayani rute Denpasar menuju Dili, Timor Leste.
Sebanyak 94 orang yang tercatat sebagai calon penumpang penerbangan tersebut terdampak pembatalan.
Pembatalan terjadi karena pesawat yang akan digunakan gagal berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta.
Sebagai tindak lanjut, Imigrasi Ngurah Rai melakukan penyesuaian data perlintasan terhadap seluruh 94 penumpang melalui aplikasi perlintasan keimigrasian.
Langkah tersebut dilakukan agar data administrasi keimigrasian para penumpang sesuai dengan kondisi aktual penerbangan.
Petugas Imigrasi Ngurah Rai juga memeriksa status izin tinggal seluruh penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan.
Hingga Senin, 7 September 2026, tidak ditemukan penumpang yang melebihi masa izin tinggal atau overstay akibat pembatalan penerbangan tersebut.
Bandara Ngurah Rai Tetap Beroperasi Normal
Imigrasi Ngurah Rai memprioritaskan kepastian pelayanan keimigrasian bagi para penumpang di tengah kondisi penerbangan yang terdampak faktor alam.
Pemantauan secara intensif juga dilakukan terhadap seluruh penerbangan internasional, baik kedatangan maupun keberangkatan.
Pemantauan tersebut mencakup kemungkinan keterlambatan, pembatalan, hingga pengalihan penerbangan.
Berdasarkan koordinasi Imigrasi Ngurah Rai dengan pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, hingga saat ini bandara tersebut belum terdampak secara langsung oleh erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda.
Pelayanan dan pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tetap berjalan normal, aman, dan kondusif.
Aktivitas pemeriksaan keimigrasian di Terminal Kedatangan Internasional juga tetap berlangsung normal.
Pemeriksaan keimigrasian di Terminal Keberangkatan Internasional berjalan seperti biasa.
Hingga saat ini belum terdapat gangguan operasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang berdampak langsung terhadap aktivitas pemeriksaan keimigrasian.
- Penulis :
- Arian Mesa




