
Pantau - Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh mencatat sebanyak 649 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana telah selesai dibangun hingga 5 September 2026, dari total kebutuhan yang mencapai 34.777 unit.
Data hasil rekapitulasi pembangunan huntap yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tersebut menunjukkan hunian yang rampung tersebar di Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Timur, dan Pidie Jaya.
Kaposkowil Satgas PRR Aceh Safrizal ZA mengatakan, "Secara keseluruhan, dari 649 unit huntap telah selesai di Aceh, kontribusi berdasarkan sumber dana meliputi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sebanyak 440 unit, Kemenko Polkam 104 unit, BNPB 100 unit, dan Kadin lima unit."
Aceh Utara Catat Huntap Rampung Terbanyak
Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah huntap selesai terbanyak, yakni mencapai 351 unit.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 104 unit dibangun melalui Kemenko Polkam, 240 unit oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, dan tujuh unit melalui BNPB.
Kabupaten Aceh Tamiang berada di urutan berikutnya dengan 263 unit huntap yang telah selesai dibangun.
Sebanyak 200 unit huntap di Aceh Tamiang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan 63 unit melalui BNPB.
"Lalu, Kabupaten Bireuen 26 unit selesai melalui BNPB, Kabupaten Aceh Timur mencatat empat unit selesai melalui BNPB, dan Pidie Jaya mencatat lima unit selesai oleh pendanaan Kadin," kata Safrizal.
Dengan demikian, Kabupaten Bireuen telah menyelesaikan 26 unit huntap, Aceh Timur empat unit, dan Pidie Jaya lima unit.
Sebanyak 1.785 Huntap Masih Dibangun
Selain 649 unit yang sudah selesai, sebanyak 1.785 unit huntap lainnya di Aceh masih berada dalam proses pembangunan.
Pembangunan yang masih berlangsung paling banyak berada di Kabupaten Aceh Tamiang dengan jumlah 1.019 unit.
Sebanyak 416 unit huntap lainnya masih dibangun di Kabupaten Bireuen, 284 unit di Kabupaten Aceh Utara, dan 66 unit di Kabupaten Aceh Timur.
Khusus 1.019 unit huntap yang sedang dibangun di Aceh Tamiang, sebanyak 419 unit berasal dari BNPB, 300 unit dari Polri, dan 300 unit dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Secara keseluruhan, pembangunan huntap di Aceh melibatkan berbagai lembaga dan sumber pendanaan, antara lain BNPB, Kementerian PKP, Polri, Kadin, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Kemenko Polkam, dan Caritas.
Satgas PRR bersama seluruh mitra berupaya mempercepat pembangunan agar masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati rumah yang layak huni.
"Angka 649 unit yang sudah rampung adalah bukti kerja bersama, namun kita masih menghadapi kebutuhan besar yang harus dituntaskan," tegas Safrizal.
Jika dibandingkan dengan total kebutuhan sebanyak 34.777 unit, jumlah 649 huntap yang telah selesai menunjukkan masih terdapat kesenjangan besar dalam pemenuhan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Satgas PRR masih menghadapi pekerjaan besar untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan agar kebutuhan huntap bagi masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
- Penulis :
- Leon Weldrick




