HOME  ⁄  Nasional

Yusril Tegaskan Bukan Penulis Buku "Islam ala Prabowo", Hanya Menjadi Narasumber Wawancara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Yusril Tegaskan Bukan Penulis Buku "Islam ala Prabowo", Hanya Menjadi Narasumber Wawancara
Foto: (Sumber :Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra dalam "Ministerial Dialogue Layanan AHU Berdampak" di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8/2026). ANTARA/HO-Kemenko Kumham Imipas RI/pri.)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan dirinya bukan penulis buku "Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam" yang kembali menjadi perhatian publik.

Yusril menjelaskan keterlibatannya dalam buku tersebut hanya sebagai salah satu narasumber yang diwawancarai tim penyusun dan tidak terlibat dalam penentuan judul, penggagasan, maupun pembiayaan penerbitannya.

“Saya tidak menulis buku itu. Saya hanya diwawancarai oleh tim penyusunnya," kata Yusril saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Yusril Mengaku Tak Pernah Melihat Naskah Sebelum Terbit

Yusril mengatakan setelah proses wawancara selesai, dirinya tidak pernah melihat transkrip maupun naskah hasil wawancara hingga buku tersebut diterbitkan.

Wawancara itu dilakukan cukup lama sebelum Yusril dilantik menjadi menteri dalam Kabinet Merah Putih.

Yusril mengaku tidak lagi mengingat siapa yang melakukan wawancara dan tidak mengetahui secara pasti apakah pewawancara tersebut merupakan bagian langsung dari tim penyusun karena tidak mengenalnya secara pribadi.

Setelah membaca buku secara utuh, Yusril menilai sebagian besar pernyataan yang disampaikannya dalam wawancara telah dituangkan dengan cukup baik.

“Saya baru membaca buku itu secara utuh sampai selesai. Apa yang saya sampaikan dalam wawancara tersebut merupakan pandangan saya dan tentu dapat saya pertanggungjawabkan secara akademik,” tuturnya.

Yusril Minta Publik Bedakan Isi dan Persepsi Judul

Yusril mengatakan penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan posisinya terkait buku "Islam ala Prabowo" agar tidak muncul anggapan bahwa dirinya merupakan penulis karya tersebut.

Ia berharap publik melihat buku itu secara menyeluruh dengan membedakan substansi yang termuat di dalamnya dengan persepsi yang mungkin muncul akibat pemilihan judul.

Yusril menyatakan tidak menemukan persoalan mendasar dalam substansi buku, khususnya bagian yang bersumber dari wawancara dengannya.

Menurut Yusril, pandangan yang disampaikannya dalam wawancara tersebut merupakan pendapat pribadi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

"Saya tidak keberatan pandangan tersebut dimuat dan saya siap mempertanggungjawabkannya secara akademik,” ucap Yusril.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026