HOME  ⁄  Nasional

Baznas Mendorong Generasi Muda Memahami Filantropi Islam Modern untuk Memperkuat Budaya Berzakat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Baznas Mendorong Generasi Muda Memahami Filantropi Islam Modern untuk Memperkuat Budaya Berzakat
Foto: (Sumber :Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan menyampaikan pentingnya literasi zakat pada Sesi Inspirasi dalam acara Hari Bermuhammadiyah (HBM) 13 yang diselenggarakan di Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Baznas RI.)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendorong penguatan literasi filantropi Islam modern di kalangan generasi muda untuk meningkatkan budaya berzakat, berinfak, dan bersedekah lintas generasi.

Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan mengatakan penguatan literasi diperlukan karena masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan masyarakat mengenai zakat dan perilaku dalam menunaikannya.

Kondisi tersebut, menurut Rizaludin, tercermin dalam riset Indeks Literasi Zakat yang dilakukan Baznas secara berkala sejak 2020.

"Dari riset Baznas sejak 2020, 2022, dan 2024, ada masalah yang cukup krusial, yaitu adanya gap antara pengetahuan dan perilaku orang membayar zakat. Gap antara pengetahuan dan perilaku inilah yang bisa diukur," katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Pengetahuan Generasi Muda soal Zakat Dinilai Perlu Diperkuat

Rizaludin mengatakan kesenjangan tersebut menjadi perhatian karena jumlah masyarakat yang menunaikan kewajiban zakat masih relatif kecil dibandingkan potensi zakat di Indonesia.

Ia juga menemukan masih ada anak muda dari Generasi Z yang belum memahami perbedaan zakat, infak, dan sedekah serta tata cara menunaikan zakat.

"Saya mendapatkan eksperimen sosial di kalangan anak-anak Generasi Z dengan bertanya tentang perbedaan zakat, infak, dan sedekah. Banyak di antara mereka yang tidak tahu. Bagaimana praktik membayar zakat fitrah, bagaimana zakat mal dihitung, banyak hal yang ternyata tidak mereka ketahui. Itu menjadi kekhawatiran saya sendiri," ujarnya.

Rizaludin menilai pendidikan filantropi Islam perlu diberikan sejak dini dengan tidak hanya mengajarkan tata cara, tetapi juga nilai, makna, hakikat, dampak, dan manfaat zakat.

Pembelajaran tersebut diharapkan dapat mengubah pengetahuan mengenai filantropi Islam menjadi perilaku nyata dalam kehidupan masyarakat.

Baznas Usulkan Manasik Zakat hingga Ekstrakurikuler

Rizaludin mengusulkan pendidikan filantropi Islam dilengkapi kegiatan praktik seperti manasik zakat dan ekstrakurikuler filantropi Islam.

Menurut dia, pendekatan praktis diperlukan agar generasi muda tidak sekadar memahami konsep zakat, infak, dan sedekah secara teori.

Penguatan literasi tersebut juga menjadi bagian dari konsep value-driven yang dikembangkan dalam pengelolaan zakat di Baznas.

"Basisnya adalah value, bagaimana memahami filantropi Islam menjadi sebuah amal saleh yang nyata bagi kebangkitan umat Islam," tutur Rizaludin Kurniawan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026