HOME  ⁄  Nasional

KAI Mengajak Publik Menelusuri Jejak 153 Tahun Jalur Bersejarah Kedungjati–Tuntang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

KAI Mengajak Publik Menelusuri Jejak 153 Tahun Jalur Bersejarah Kedungjati–Tuntang
Foto: (Sumber :PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui kegiatan KAI Explore: Eksplorasi Stasiun Kedungjati dan Stasiun Tuntang mengajak masyarakat mengenal lebih dekat sejarah perjalanan perkeretaapian Indonesia melalui jalur Kedungjati–Tuntang di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengajak masyarakat menelusuri sejarah perkeretaapian melalui kegiatan KAI Explore di jalur Kedungjati–Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada 8–9 September 2026.

Kegiatan bertajuk KAI Explore: Eksplorasi Stasiun Kedungjati dan Stasiun Tuntang tersebut melibatkan komunitas penulis, kreator konten, serta pencinta sejarah dan perkeretaapian.

Peserta diajak melihat langsung jejak sejarah, bangunan warisan, dan potensi kawasan di sekitar jalur Kedungjati–Tuntang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan jalur, stasiun, dan kawasan perkeretaapian menyimpan berbagai cerita mengenai perkembangan transportasi nasional.

“Melalui KAI Explore, masyarakat dapat mengenal lebih dekat perjalanan panjang kereta api Indonesia, termasuk jalur Kedungjati–Tuntang yang memiliki nilai sejarah sejak masa awal perkembangan perkeretaapian di Indonesia,” ujar Anne.

Jalur Kedungjati–Tuntang Beroperasi Sejak 1873

Jalur Kedungjati–Tuntang merupakan bagian dari lintas Kedungjati menuju Ambarawa yang dibangun oleh NIS dan mulai digunakan pada 21 Mei 1873.

Pada masa tersebut, jalur kereta api itu berfungsi menghubungkan kawasan Kedungjati dengan Ambarawa serta sejumlah wilayah di sekitarnya.

Peserta KAI Explore mengunjungi Stasiun Kedungjati dan Stasiun Tuntang, berdialog dengan pemangku kepentingan, serta mengeksplorasi potensi kawasan sekitar jalur.

Stasiun Kedungjati mencatat 13.132 aktivitas pelanggan sepanjang Januari hingga Agustus 2026 yang terdiri atas 6.700 pelanggan naik dan 6.432 pelanggan turun.

Stasiun Tuntang mulai dibangun pada 1871 dan beroperasi pada 21 Mei 1873 dengan karakter arsitektur khas NIS.

Kawasan Tuntang saat ini juga memiliki keterkaitan dengan pengembangan wisata sejarah perkeretaapian melalui Museum Kereta Api Ambarawa.

KAI Dorong Kolaborasi Pelestarian Sejarah

Anne mengatakan pengenalan sejarah melalui KAI Explore dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk memahami keterkaitan transportasi dengan sejarah, budaya, dan perkembangan suatu wilayah.

“KAI terus membuka ruang kolaborasi bersama masyarakat, komunitas, serta pemangku kepentingan untuk mengenal berbagai aset sejarah perkeretaapian Indonesia. Setiap jalur memiliki cerita yang dapat menjadi bagian dari perjalanan dan pembelajaran bersama,” kata Anne.

KAI Explore dikemas melalui rangkaian kegiatan Experience, Explore, dan Express dengan peserta memperoleh pengalaman langsung di lokasi, mengeksplorasi aset dan kawasan, kemudian membagikan perspektif melalui artikel, foto, serta konten media sosial.

KAI juga memperkenalkan potensi kawasan Kedungjati–Tuntang dari sisi warisan sejarah, wisata, konektivitas wilayah, dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026