
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berada dalam fase erupsi dan aktivitasnya belum dinyatakan berakhir.
Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung Wahyu Hidayat mengatakan kondisi tersebut membuat perkembangan aktivitas gunung api dan penyebaran abu vulkanik harus terus dipantau.
"Gunung Anak Krakatau sekarang masih fase erupsi, dan kita harus terus meningkatkan kewaspadaan, karena fase erupsinya secara total belum bisa dikatakan berakhir," ujar Wahyu di Bandarlampung, Rabu (9/9/2026).
Abu Vulkanik Terbawa Angin
Wahyu mengatakan berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau masih mengalami beberapa kali erupsi pada Selasa (8/9/2026).
Salah satu erupsi tercatat terjadi pada pukul 05.00 WIB dengan durasi sekitar 15 detik.
"Kemudian, abunya dan arah angin masih mengarah ke arah barat laut serta barat daya. Mudah-mudahan tidak mengarah ke daratan Lampung," katanya.
Menurut Wahyu, terdapat dua faktor yang menentukan kemungkinan abu vulkanik mencapai daratan Lampung, yakni ketinggian erupsi dan arah angin.
"Pertama, erupsi memiliki ketinggian tertentu dan kedua memiliki arah angin dengan arah tentu," ucap dia.
Abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau telah dirasakan masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandarlampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Lampung Barat.
Menurut BPBD, paparan tersebut merupakan efek singkat atau efek tepi akibat arah angin yang bergerak menuju barat daya dan barat laut.
"Akibat faktor arah angin tersebut, serpihan abunya sebagian kecil terbawa dan mengarah ke enam kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, dan beruntungnya yang besarnya justru banyak ke samudra," tambahnya.
BPBD Minta Kewaspadaan Terus Ditingkatkan
BPBD berharap ketinggian erupsi dan arah angin menuju daratan tidak terjadi secara bersamaan karena kondisi tersebut dapat meningkatkan dampak sekunder berupa paparan abu vulkanik.
"Kita berharap dan berdoa supaya dua elemen ini tidak berkumpul, yaitu ketinggian erupsi dan arah angin yang mengarah ke daratan kita atau ke arah utara dari Gunung Anak Krakatau untuk mengurangi dampak sekunder berupa abu. Namun, semua harus terus meningkatkan kewaspadaan, karena masih dalam fase erupsi," ujar Wahyu.
BPBD menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan selama Gunung Anak Krakatau masih berada dalam fase erupsi, terutama terhadap kemungkinan perubahan arah angin yang dapat membawa abu vulkanik menuju kawasan daratan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




