
Pantau - Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan berupaya mempercepat restorasi dan revitalisasi menyeluruh kompleks Candi Prambanan dengan melibatkan para ahli serta membuka kerja sama internasional untuk melestarikan cagar budaya peninggalan abad ke-9 tersebut.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan langkah tersebut sekaligus ditujukan untuk memperkuat posisi Candi Prambanan sebagai pusat kebudayaan yang memberikan dampak bagi masyarakat.
"Langkah ini diambil guna melestarikan cagar budaya monumental peninggalan abad ke-9 Masehi tersebut secara utuh, sekaligus mengukuhkannya sebagai pusat kebudayaan dan living heritage yang berdampak bagi masyarakat," kata Fadli dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang berada di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan pintu masuk berada di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Keterbatasan Batu Asli Jadi Tantangan
Pemugaran candi-candi perwara yang mengelilingi Candi Siwa, Candi Brahma, dan Candi Wisnu masih menghadapi tantangan teknis, terutama keterbatasan material batu asli.
Sebagian batu penyusun candi diperkirakan telah tersebar sehingga hanya menyisakan sekitar 10 hingga 30 persen material asli pada setiap titik candi.
Kondisi material yang tersisa juga beragam, mulai dari batu yang masih utuh dan pecah hingga mengalami degradasi serta pelapukan akibat penggaraman dan pengaruh lingkungan mikro.
"Kami sedang membahas bagaimana melakukan satu restorasi besar terhadap Candi Prambanan ini, tentu saja nanti akan melibatkan banyak ahli sehingga Candi Prambanan bisa kita restorasi secara utuh," kata Fadli.
Kementerian Kebudayaan saat ini mematangkan kajian komprehensif mengenai restorasi kompleks Candi Prambanan dengan melibatkan ahli konservasi, arkeologi, dan teknik struktur.
India Dukung Restorasi Candi Prambanan
Pemerintah juga membuka kerja sama internasional dalam pelaksanaan restorasi dan revitalisasi kompleks Candi Prambanan.
Pemerintah India telah berkomitmen mendukung pemugaran satu kuadran atau seperempat area candi perwara.
Sementara itu, tiga perempat area lainnya akan direstorasi secara mandiri oleh tim ahli nasional Indonesia sesuai kaidah pemugaran UNESCO.
Restorasi tidak hanya diarahkan untuk memulihkan bangunan candi, tetapi juga mengembangkan ekosistem pariwisata berbasis budaya, sejarah, dan religi yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan kepada masyarakat.
"Harapannya semoga bisa mendatangkan semakin banyak wisatawan budaya, wisata sejarah, wisatawan religi, dari berbagai negara, wisatawan asing, dan juga dari domestik," kata Fadli.
Pemerintah juga merencanakan restorasi Candi Sewu di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




