
Pantau - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong desa-desa di Indonesia memanfaatkan media digital berupa video untuk mempromosikan potensi ekonomi, produk unggulan, pariwisata, hingga budaya lokal kepada masyarakat luas.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDT Tabrani mengatakan desa-desa di Indonesia memiliki beragam kekayaan dan keunggulan yang perlu diperkenalkan kepada calon konsumen, wisatawan, maupun mitra usaha.
“Potensi itu ada, produk itu ada, inovasi itu ada, cerita keberhasilan itu juga ada. Persoalannya adalah apakah masyarakat di luar desa tersebut mengetahui, apakah calon konsumen mengetahui bahwa di desa itu punya produk keunggulan yang dihasilkan,” kata Tabrani saat membuka Sosialisasi Lomba Video Dokumentasi Desa dan Daerah Tertinggal Tahun 2026 secara daring, Selasa, 8 September 2026.
Potensi yang dapat dipromosikan melalui media digital antara lain produk pertanian, kerajinan, destinasi wisata, budaya lokal, hingga usaha yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Media Digital Buka Peluang Ekonomi Desa
Tabrani menjelaskan promosi digital semakin penting seiring perubahan cara masyarakat memperoleh informasi mengenai produk maupun destinasi wisata.
Masyarakat kini dapat mengenal suatu produk melalui telepon genggam, menentukan destinasi setelah menonton video di media sosial, hingga tertarik membeli barang setelah mengetahui proses produksi dan cerita di balik produk tersebut.
“Oleh karena itu, kemampuan untuk menceritakan potensi desa melalui media digital menjadi semakin penting dalam pengembangan ekonomi desa,” ujarnya.
Kemendes PDT melalui Lomba Video Dokumentasi Desa dan Daerah Tertinggal Tahun 2026 berupaya mendorong terbentuknya ekosistem promosi digital di tingkat desa.
Tabrani menilai kegiatan tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai kompetisi membuat video, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan identitas desa sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
“Video bukan hanya alat untuk merekam. Video adalah alat untuk bercerita, membangun kepercayaan, memperkenalkan identitas desa, serta membuka akses pasar dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.
Video Diminta Tak Sekadar Tampilkan Keindahan
Kemendes PDT meminta peserta lomba tidak hanya menghasilkan video dengan visual menarik, tetapi juga menyampaikan cerita dan pesan mengenai potensi yang dimiliki desa.
Untuk produk unggulan, peserta didorong menampilkan pembuat produk, proses produksi, keunggulan, keterlibatan masyarakat, hingga manfaat ekonomi yang dihasilkan bagi warga desa.
Sementara untuk sektor pariwisata, video diharapkan menggambarkan pengalaman yang bisa diperoleh wisatawan ketika berkunjung, termasuk budaya lokal, keramahan masyarakat, dan produk yang tersedia.
Dengan pendekatan tersebut, Kemendes PDT berharap video dokumentasi tidak hanya menjadi arsip visual, tetapi mampu menjadi media promosi yang memperkenalkan identitas dan potensi desa kepada masyarakat secara lebih luas.
- Penulis :
- Aditya Yohan




