HOME  ⁄  Nasional

Wamen Stella Mendorong Kampus Berkontribusi Nyata untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Kemajuan Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wamen Stella Mendorong Kampus Berkontribusi Nyata untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Kemajuan Indonesia
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie dalam Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (7/9/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek.)

Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mendorong penguatan kapasitas perguruan tinggi agar memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, masyarakat, dan pembangunan nasional.

Stella menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

"Perguruan tinggi adalah kunci pertumbuhan ekonomi. Jadi, pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan oleh Bapak Presiden itu adalah sesuatu yang kuncinya (adalah) kita," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Menurut Stella, setiap perguruan tinggi perlu menentukan arah dan strategi berdasarkan karakteristik serta kekuatan masing-masing untuk menghasilkan keunggulan yang nyata.

Kampus Didorong Memiliki Strategi dan Kekhasan

Stella menegaskan perguruan tinggi tidak harus menerapkan strategi yang sama dalam mengembangkan institusinya.

Setiap kampus perlu menentukan posisi, tujuan, dan kekhasan yang ingin dikembangkan sehingga dapat memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Upaya tersebut turut didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui pembukaan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT).

AKPT dibentuk untuk memperkuat pengembangan dan regenerasi kepemimpinan perguruan tinggi di Indonesia.

AKPT Memperkuat Regenerasi Pemimpin Perguruan Tinggi

Peserta AKPT akan mempelajari pengalaman para pemimpin perguruan tinggi, akademisi, praktisi, dan sejumlah tokoh strategis.

Tokoh yang terlibat antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2009-2014 Mohammad Nuh, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily, Ketua Forum Majelis Wali Amanat Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Mohamad Nasir, serta Rektor BINUS periode 2009-2023 Harjanto Prabowo.

Peserta juga akan belajar dari Professor of Geopolitics and Islamic Business at ESSEC Business School Cedomir Nestorovic.

Kemdiktisaintek berharap AKPT mampu membangun ekosistem kepemimpinan pendidikan tinggi yang kuat dan berkelanjutan.

Penguatan kepemimpinan tersebut diharapkan mendorong perguruan tinggi Indonesia semakin unggul, berdaya saing global, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026