
Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi mendirikan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) untuk memperkuat pengembangan dan regenerasi kepemimpinan perguruan tinggi di Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan mengatakan pendidikan tinggi harus ditempatkan sebagai bagian strategis dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan nasional.
"Pendidikan tinggi perlu ditegakkan sebagai infrastruktur strategis pertumbuhan, menghasilkan talenta, pengetahuan, teknologi, inovasi, perusahaan dan sebagainya," kata Fauzan.
AKPT Perkuat Regenerasi Pemimpin Kampus
AKPT dirancang sebagai forum sinergi antara pimpinan perguruan tinggi saat ini dan calon pemimpin potensial melalui proses pengembangan kepemimpinan yang berorientasi pada perubahan nyata di institusi.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga mendorong kolaborasi, pertukaran pengalaman, penguatan jejaring, dan transformasi perguruan tinggi.
"Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan talenta, pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dapat mendorong peningkatan kapasitas produktif Indonesia," ujarnya.
Fauzan menilai orientasi perguruan tinggi perlu bergeser dari sekadar penyelenggaraan pendidikan menuju orientasi pertumbuhan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan.
Keberhasilan perguruan tinggi, menurut dia, tidak cukup diukur berdasarkan jumlah mahasiswa, lulusan, maupun publikasi, tetapi juga kontribusi terhadap produktivitas, inovasi, daya saing, industri, lapangan pekerjaan, dan pembangunan.
Kearifan Lokal Dipadukan dengan Kepemimpinan Global
AKPT mengusung jargon "Mengintegrasikan Kearifan Lokal Menuju Kepemimpinan Global yang Berdampak" dengan menempatkan nilai kebangsaan dan kearifan lokal sebagai bagian dari pengembangan pemimpin perguruan tinggi.
"Dengan pendekatan tersebut, perguruan tinggi Indonesia diharapkan mampu berkembang dan bersaing secara global, tanpa kehilangan jati diri serta relevansinya terhadap kebutuhan bangsa," ucap Wamendiktisaintek Fauzan.
Peserta AKPT akan mendapatkan pembelajaran dari sejumlah pemimpin perguruan tinggi, akademisi, praktisi, dan tokoh strategis nasional maupun internasional.
Tokoh yang terlibat antara lain Mendikbud periode 2009–2014 Mohammad Nuh, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily, Ketua Forum Majelis Wali Amanat Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Mohamad Nasir, serta Rektor BINUS periode 2009–2023 Harjanto Prabowo.
Program tersebut juga melibatkan Professor of Geopolitics and Islamic Business at ESSEC Business School Cedomir Nestorovic.
Melalui AKPT, Kemdiktisaintek menargetkan terbentuknya ekosistem kepemimpinan pendidikan tinggi yang kuat, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




