HOME  ⁄  Ekonomi

Pertamina Perkuat Infrastruktur untuk Menjaga Pasokan Energi dan Ekonomi Indonesia Timur

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pertamina Perkuat Infrastruktur untuk Menjaga Pasokan Energi dan Ekonomi Indonesia Timur
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin Group, Makassar, berhasil menyelesaikan International Air Transport Association (IATA) Fuel Quality Pool (IFQP) Audit 2026.ANTARA/HO-Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.)

Pantau - PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur dan ketersediaan pasokan energi untuk mendukung konektivitas serta pergerakan ekonomi masyarakat di kawasan timur Indonesia, khususnya wilayah Maluku Utara.

Pertamina mengevaluasi sejumlah fasilitas strategis, termasuk Aviation Fuel Terminal (AFT) Baabullah dan Fuel Terminal (FT) Ternate, untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi seiring pertumbuhan aktivitas ekonomi dan transportasi.

Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero) Ahmad Siddik Badruddin mengatakan evaluasi AFT Baabullah dilakukan untuk memastikan fasilitas tersebut mampu memenuhi peningkatan kebutuhan avtur pada masa mendatang.

“Kita mengevaluasi apakah AFT Babullah akan mampu memenuhi kebutuhan dari peningkatan penjualan ke depannya dan apa saja opsi-opsi yang bisa dilakukan untuk pengembangan bisnis,” ujar Ahmad Siddik Badruddin dalam keterangan resminya, Selasa, 8 September 2026.

Pertamina Antisipasi Peningkatan Kebutuhan Avtur

AFT Baabullah yang berada di sekitar Bandara Sultan Babullah, Ternate, memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan bahan bakar pesawat atau avtur untuk penerbangan dari dan menuju Ternate.

Pertumbuhan aktivitas perekonomian di Maluku Utara dinilai berpotensi meningkatkan lalu lintas penerbangan di Bandara Sultan Babullah sehingga kesiapan infrastruktur perlu terus diperkuat.

Selain memastikan pasokan avtur, Pertamina mengevaluasi keberlanjutan distribusi BBM bagi masyarakat sebagai bagian dari sistem ketahanan energi di wilayah kepulauan.

Evaluasi tersebut dilakukan di FT Ternate yang berperan mendukung distribusi energi untuk masyarakat Ternate dan sejumlah wilayah kepulauan di sekitarnya.

Pertamina antara lain mengevaluasi kemampuan terminal menerima pasokan melalui jalur laut dari Wayame untuk berbagai produk energi serta rencana pengembangan dan peningkatan fasilitas jetty.

“Kita mengevaluasi kemampuan Fuel Terminal Ternate untuk menerima pengiriman kargo dari Wayame untuk berbagai produk dan juga sedang mereviu apa perbaikan-perbaikan dari jetty ke depannya,” ujar Siddik.

Distribusi Energi Papua-Maluku Hadapi Tantangan Geografis

Siddik menyebut distribusi energi di wilayah Papua dan Maluku memiliki tantangan berbeda dibandingkan wilayah Indonesia lainnya karena karakter geografis yang terdiri atas banyak pulau.

Kondisi tersebut membuat mobilisasi pasokan energi banyak mengandalkan transportasi laut sehingga membutuhkan perencanaan distribusi yang matang.

“Region Papua Maluku ini salah satu region yang paling challenging untuk melakukan amanah pendistribusian energi karena terdiri dari berbagai macam pulau di bagian Indonesia Timur,” ujar dia.

Ketergantungan terhadap transportasi laut turut membuat kelancaran distribusi energi dipengaruhi kondisi eksternal, termasuk cuaca.

Pertamina karena itu terus mengevaluasi kapasitas infrastruktur, pola distribusi, dan berbagai opsi pengembangan fasilitas agar pasokan energi di kawasan timur Indonesia tetap terjaga secara efektif dan efisien.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026