
Pantau - TNI bersama militer Amerika Serikat mematangkan persiapan latihan penembakan sasaran udara berupa pesawat nirawak atau drone sebagai bagian dari rangkaian Super Garuda Shield (SGS) 2026.
Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan (Puspen) TNI yang diterima di Jakarta, Rabu (9/9), persiapan latihan dilaksanakan di lapangan tembak Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Selasa (8/9).
Personel yang terlibat berasal dari Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD bersama unsur pertahanan udara Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) dan Korps Marinir Amerika Serikat (USMC).
TNI dan Militer AS Samakan Sistem Persenjataan
Salah satu bagian penting dalam persiapan tersebut adalah menyamakan pemahaman personel TNI dan militer Amerika Serikat mengenai sistem persenjataan pertahanan udara yang akan digunakan selama latihan.
Puspen TNI menyatakan, "Salah satu tahapan awal yang dilakukan yakni penyamaan pemahaman mengenai sistem persenjataan pertahanan udara yang akan digunakan dalam pelaksanaan latihan."
Dalam latihan penembakan sasaran udara tersebut, Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya direncanakan mengoperasikan rudal Mistral.
Sementara itu, unsur pertahanan udara US Army akan menggunakan rudal Stinger.
Personel kedua negara juga melakukan penyelarasan prosedur pengoperasian sistem persenjataan serta saling berbagi pengalaman untuk mendukung pelaksanaan latihan.
Persiapan tidak hanya difokuskan pada kesiapan sistem persenjataan, tetapi juga mencakup koordinasi teknis mengenai penggunaan target drone.
Target drone tersebut nantinya diterbangkan sebagai sasaran udara dalam latihan penembakan.
Seluruh persiapan dilakukan untuk memastikan latihan penembakan sasaran udara berlangsung aman dan efektif sekaligus meningkatkan interoperabilitas antara unsur pertahanan udara TNI dan militer Amerika Serikat.
Super Garuda Shield 2026 Libatkan 4.743 Personel dari 21 Negara
Secara keseluruhan, Super Garuda Shield 2026 melibatkan 4.743 personel dari 21 negara dengan 12 materi latihan dalam rangkaian kegiatan bersama.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sebelumnya mengatakan SGS 2026 dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia mulai 31 Agustus hingga 11 September 2026.
Lokasi latihan tersebar di Bandung, Jakarta, Lampung, Sumatera Selatan, serta Nunukan, Kalimantan Utara.
Rangkaian Super Garuda Shield 2026 dijadwalkan berakhir dan ditutup di Jakarta pada 11 September 2026.
- Penulis :
- Shila Glorya




