
Pantau - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mencatat peningkatan signifikan aktivitas militer Israel di Lebanon dalam beberapa hari terakhir, termasuk 62 pelanggaran wilayah udara yang terjadi hanya dalam satu hari.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan peningkatan aktivitas Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terjadi di dalam dan sekitar wilayah operasi UNIFIL.
"Dalam beberapa hari terakhir, UNIFIL mencatat aktivitas kinetik dari Pasukan Pertahanan Israel meningkat signifikan di dalam dan sekitar wilayah operasinya, termasuk operasi darat, tembakan proyektil, serangan udara, serta pelanggaran wilayah udara Lebanon," kata Dujarric dalam konferensi pers, Selasa (8/9/2026).
Pasukan penjaga perdamaian PBB mencatat 62 pelanggaran wilayah udara Lebanon oleh militer Israel pada Minggu.
Jumlah tersebut menjadi salah satu catatan pelanggaran wilayah udara tertinggi sejak Juni.
Serangan Israel Disebut Terus Berlangsung
Lebanon dan Israel sebelumnya menandatangani kesepakatan kerangka kerja di Washington pada 26 Juni untuk mengatur gencatan senjata penuh serta pemulihan kendali tentara Lebanon atas wilayah selatan negara tersebut.
Kesepakatan itu mensyaratkan Hizbullah dilucuti senjatanya, sementara perundingan mengenai mekanisme pelaksanaannya berlanjut di Roma pada 6-7 Agustus.
Meski kesepakatan tersebut telah dibuat, serangan Israel terhadap wilayah Lebanon dilaporkan masih berlangsung hampir setiap hari.
Israel juga masih mempertahankan kehadiran militernya di wilayah selatan Lebanon.
Penduduk Lebanon Selatan Terpaksa Mengungsi
Kehadiran militer Israel dan berlanjutnya serangan telah memaksa sebagian besar penduduk setempat meninggalkan tempat tinggal mereka.
UNIFIL terus memantau perkembangan aktivitas militer di wilayah operasinya di tengah upaya menjalankan kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.
Peningkatan operasi darat, tembakan proyektil, serangan udara, dan pelanggaran wilayah udara menjadi bagian dari aktivitas yang dicatat pasukan penjaga perdamaian PBB dalam beberapa hari terakhir.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




