
Pantau - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa mengingatkan partai-partai politik dalam koalisi pemerintahan untuk menjaga soliditas dan berhati-hati menyampaikan pernyataan politik setelah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berpidato mengenai kekuasaan yang tidak berlangsung selamanya.
Saan mengatakan NasDem menghormati pernyataan AHY sebagai bagian dari sikap politik Partai Demokrat.
Namun, ia menilai berbagai tantangan nasional dan internasional yang dihadapi Indonesia saat ini membutuhkan kebersamaan serta stabilitas politik.
"Sebagai sebuah sikap politik partai, kita menghormati dan menghargai, tapi tentu kita juga berharap dalam situasi seperti hari ini, di mana tantangan kita sebagai sebuah bangsa, baik nasional maupun internasional, itu membutuhkan yang namanya kebersamaan," kata Saan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.
NasDem Minta Koalisi Jaga Kekompakan
Menurut Saan, stabilitas politik menjadi salah satu faktor yang dibutuhkan Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Karena itu, seluruh partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintahan diharapkan memiliki sikap yang sama dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan tersebut terutama diperlukan untuk menyukseskan berbagai program dan kebijakan pemerintahan Prabowo.
Saan juga mengingatkan pimpinan partai dalam koalisi agar berhati-hati ketika mengeluarkan pernyataan politik sehingga tidak memunculkan multitafsir di antara sesama anggota koalisi.
"Semua pimpinan partai yang tergabung dalam koalisi hendaknya memberikan sebuah pernyataan politik yang bisa membuat situasi atau kekompakan di internal koalisi, supaya tidak saling menafsirkan satu sama lain," ujarnya.
NasDem berharap partai-partai koalisi tetap solid dan konsisten mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo.
AHY Ingatkan Kekuasaan Memiliki Batas Waktu
Pernyataan Saan muncul setelah AHY menyampaikan pidato politik dalam peringatan HUT Ke-25 Partai Demokrat di Gedung DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (5/9).
Dalam pidatonya, AHY mengingatkan kader Demokrat bahwa kekuasaan tidak dimiliki seseorang untuk selamanya karena merupakan amanah yang diberikan rakyat dan memiliki batas waktu.
"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu," kata AHY.
AHY meminta seluruh kader Partai Demokrat terus memegang prinsip tersebut untuk menjaga iklim demokrasi Indonesia tetap sehat.
Ia juga menegaskan demokrasi merupakan hak seluruh masyarakat yang harus dijaga karena memberikan kesempatan kepada rakyat untuk memilih pemimpin sekaligus hak untuk dipilih menjadi pemimpin.
- Penulis :
- Leon Weldrick




