HOME  ⁄  Nasional

Pemkab Sumedang Latih 220 Tukang Becak Gunakan Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemkab Sumedang Latih 220 Tukang Becak Gunakan Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo
Foto: Sebanyak 220 tukang becak mengikuti pelatihan penggunaan becak listrik sebagai bagian dari program bantuan Presiden Prabowo Subianto di Sumedang, Jawa Barat (sumber: Pemkab Sumedang)

Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, memberikan pelatihan penggunaan becak listrik kepada 220 tukang becak sebelum kendaraan bantuan Presiden Prabowo Subianto tersebut diserahkan kepada penerima manfaat.

Pelatihan dilaksanakan di Halaman Upacara Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang pada Rabu (9/9).

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan becak listrik diharapkan memudahkan para tukang becak dalam menjalankan usaha sehari-hari karena lebih ringan dioperasikan dibandingkan becak konvensional.

“Pelatihannya lancar. Ini semakin mempermudah lagi dalam usahanya. Dengan becak listrik tidak capek, tinggal digas,” katanya.

Penerima Diminta Rawat Becak dan Tingkatkan Pelayanan

Pelatihan menjadi salah satu tahapan yang harus dilaksanakan sebelum 220 unit becak listrik diserahkan dan digunakan untuk menunjang aktivitas serta usaha para tukang becak.

Dony meminta seluruh penerima manfaat mengikuti pelatihan dengan serius serta menjaga dan merawat becak listrik agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Perawatan dinilai penting agar kendaraan bantuan tersebut tetap mampu mendukung kelancaran usaha dan menjadi sarana bagi penerima manfaat untuk memperoleh penghasilan.

Selain penggunaan dan perawatan kendaraan, Pemkab Sumedang meminta para tukang becak meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang.

Dony menekankan keramahan, kesopanan, dan sikap someah harus menjadi ciri khas pelayanan transportasi becak di Kabupaten Sumedang.

“Sumedang harus ada bedanya. Becaknya bagus, pelayanannya pun harus ramah, sopan, someah kepada penumpang. Budi teu meuli, basa teu menta, (Budi tidak membeli dan tidak meminta-minta) sehingga disukai penumpang,” ujarnya.

Pemkab Sumedang juga mendorong para tukang becak mulai menggunakan sistem pembayaran digital melalui QRIS sebagai bagian dari modernisasi pelayanan becak listrik.

Becak listrik turut didorong menjadi bagian dari ekosistem transportasi publik di Kabupaten Sumedang dan akan diarahkan untuk mendukung program Rabu dan Jumat Ngangkot.

Bantuan Diprioritaskan untuk Tukang Becak Usia 55 Tahun ke Atas

Perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Wisnu mengatakan bantuan becak listrik merupakan amanah Presiden Prabowo yang terutama ditujukan kepada tukang becak berusia lanjut dan masih menggunakan becak sewaan.

“Tujuan beliau satu, karena banyak tukang becak di Indonesia ini usianya sudah lanjut dan masih menyewa. Supaya bapak-bapak semua itu punya aset di usia lanjut, berupa becak listrik,” katanya.

Bantuan tersebut diharapkan membuat tukang becak lanjut usia memiliki kendaraan sendiri sebagai aset untuk menunjang pekerjaan mereka.

Becak listrik diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya dengan penerima pada tahap awal diprioritaskan bagi tukang becak berusia 55 tahun ke atas.

Kabupaten Sumedang memperoleh alokasi sebanyak 220 unit dari program yang secara nasional menargetkan produksi sekitar 70.000 becak listrik.

Becak listrik tersebut akan didistribusikan secara bertahap kepada penerima manfaat hingga 2027.

PT Pindad Berikan Pelatihan Teknis

Dalam pelatihan, para tukang becak mendapatkan materi teori sekaligus praktik pengoperasian becak listrik.

Pelatihan teknis diberikan oleh tim PT Pindad selaku produsen becak listrik agar calon penerima memahami cara mengoperasikan kendaraan tersebut.

Para calon penerima bantuan juga akan menjalani proses registrasi dan pendataan untuk memastikan mereka memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dalam program.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026