HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Kucurkan Rp703,01 Miliar untuk Percepat Perbaikan Rumah Pascabencana di Sumatera

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemerintah Kucurkan Rp703,01 Miliar untuk Percepat Perbaikan Rumah Pascabencana di Sumatera
Foto: Kepala BNPB Suharyanto melaporkan perkembangan penanganan empat bencana ke Presiden Prabowo dalam rapat tingkat menteri terkait percepatan pemulihan di Jakarta, Senin 7/9/2026 (sumber: BNPB)

Pantau - Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan stimulan Rp703,01 miliar untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi rumah yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan bantuan tersebut difokuskan untuk memperbaiki rumah masyarakat yang masuk kategori rusak sedang dan rusak ringan.

Penyaluran dana dilakukan untuk mengejar target pemulihan pascabencana di wilayah Pulau Sumatera.

"Progres transfer bantuan stimulan di tiga provinsi mencapai Rp703,01 miliar, dengan rincian untuk Provinsi Aceh sebesar Rp621,21 miliar, Sumatra Utara Rp62,03 miliar, dan Sumatra Barat Rp19,77 miliar," kata Suharyanto.

Aceh Terima Bantuan Terbesar

Dari total bantuan Rp703,01 miliar, Aceh memperoleh alokasi terbesar dengan nilai Rp621,21 miliar.

Sementara itu, Sumatra Utara menerima bantuan stimulan Rp62,03 miliar dan Sumatera Barat memperoleh Rp19,77 miliar.

Suharyanto mencatat realisasi belanja masyarakat untuk perbaikan rumah secara mandiri telah mencapai Rp505,61 miliar.

Perkembangan fisik perbaikan rumah juga tercatat signifikan di sejumlah daerah, antara lain Pidie Jaya, Aceh Timur, Bireuen, Kota Binjai, Lima Puluh Kota, Pasaman Barat, dan Agam.

BNPB mendorong pemerintah daerah mempercepat proses verifikasi administrasi yang berkaitan dengan penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Percepatan verifikasi diperlukan agar sisa dana bantuan yang telah berada di rekening masyarakat dapat segera dicairkan secara utuh.

841 Unit Hunian Tetap Telah Selesai Dibangun

Selain menyalurkan bantuan stimulan untuk rumah rusak, pemerintah memprioritaskan pembangunan hunian tetap atau huntap bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal permanen akibat bencana.

Secara keseluruhan, terdapat usulan pembangunan sebanyak 27.809 unit huntap di wilayah terdampak.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.897 unit telah selesai melalui proses penilaian dan siap dibangun.

Sebanyak 1.055 unit huntap telah memasuki tahap pembangunan fisik.

Dari 1.055 unit tersebut, sebanyak 841 unit telah selesai dikerjakan, sedangkan 214 unit lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, BNPB bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta pemerintah daerah.

BNPB optimistis rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak dapat berjalan sesuai target.

Penanganan tersebut juga dilakukan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana secara berkelanjutan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026