
Pantau - Sejumlah media arus utama Malaysia menyoroti kabar hilangnya lima jurnalis Indonesia bersama tiga orang lainnya saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau menggunakan kapal cepat di perairan Selat Sunda.
Berdasarkan pantauan di Kuala Lumpur, Kamis (10/9/2026) pagi, pemberitaan mengenai insiden tersebut muncul di sejumlah media Malaysia, antara lain RTM, Astro Awani, TVS, Utusan Malaysia, Buletin TV3, dan Berita Harian.
Lima jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak ketika melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau menggunakan speedboat di perairan Selat Sunda, Banten.
Selain lima jurnalis, kapal tersebut membawa seorang nakhoda, satu anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Kantor SAR Banten, total delapan orang masih dalam pencarian.
Lima Jurnalis Masih Dicari Tim SAR
Lima jurnalis yang berada di kapal tersebut adalah M. Bagus Khoirunas yang merupakan pewarta foto Kantor Berita ANTARA dan Ari Basuki dari Merdeka.com.
Tiga jurnalis lainnya adalah Yudistiro Pranoto dari iNews.id, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta pewarta foto lepas Donal Husni.
Hingga Kamis pagi, tim SAR gabungan masih melakukan operasi pencarian terhadap seluruh rombongan yang hilang kontak.
Operasi pencarian dilakukan di kawasan perairan Selat Sunda dan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Pencarian Diperluas di Perairan Selat Sunda
Tim SAR gabungan memperluas cakupan area pencarian dan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).
Perluasan dilakukan dalam upaya menemukan kapal cepat beserta delapan orang yang berada di dalamnya.
Pencarian juga dilakukan menggunakan sejumlah sarana pendukung, termasuk pesawat nirawak untuk memantau area operasi dari udara.
Hingga Kamis (10/9/2026) pagi, lima jurnalis, seorang nakhoda, satu ABK, dan seorang pemandu tersebut masih berstatus dalam pencarian.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan




