
Pantau - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten mengerahkan Helikopter Dauphin AS365 N3+ untuk memperkuat pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Helikopter dengan nomor registrasi HR-3604 tersebut dikerahkan pada Kamis (10/9/2026) untuk membantu pemantauan dari udara di sekitar wilayah operasi SAR Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau.
"Helikopter HR-3604 berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB dan direncanakan tiba di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada pukul 12.52 WIB. Rute penerbangan meliputi JIExpo Kemayoran – Pantai Carita – BPBD Banten – Helipad/JIExpo Kemayoran," kata Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad di Pandeglang, Kamis.
Helikopter dan Drone Perkuat Pencarian
Al Amrad menjelaskan helikopter tersebut membawa tujuh orang sebagai bagian dari penguatan operasi pencarian melalui dukungan udara.
"Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan berbagai sarana dan metode pencarian guna menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," ungkap Al Amrad.
Selain helikopter, tim SAR menyiagakan drone di atas kapal untuk memperluas jangkauan pemantauan visual selama operasi pencarian.
Tim SAR tetap mempertimbangkan kondisi meteorologi laut, termasuk perubahan arah angin yang dinamis di kawasan Selat Sunda.
"Drone itu tetap kami bekali di satu kapal, di satu kapal. Hari ini juga tetap kami siapkan, tapi melihat kondisi di lapangan, yang kadang-kadang arah angin berubah, itu tetap harus kita perhatikan," ucap Al Amrad.
Pencarian Diperluas ke Tepi Anak Krakatau
Tim SAR gabungan juga akan memperluas sektor pencarian hingga mendekati perairan di sekitar tepi Gunung Anak Krakatau.
Perluasan pencarian dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel karena aktivitas vulkanik dan kondisi cuaca di sekitar perairan tersebut masih menjadi perhatian.
Tim juga terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelum memutuskan memasuki wilayah yang lebih dekat dengan gunung tersebut.
"Monitoring perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kemarin ada permintaan bahwa gimana kira-kira kalau kita masuk ke wilayah sini (Anak Krakatau). Tetapi tetap akan kita coba apabila itu dalam kondisi aman, safety paling tidak yang utama," kata Al Amrad.
- Penulis :
- Aditya Yohan




