
Pantau - TNI bersama personel US Army menggelar latihan menembak rudal untuk meningkatkan kemampuan menghadapi serangan udara dalam rangka Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield (SGS) 2026.
Latihan menembak rudal tersebut dilaksanakan di Lapangan Tembak Staling Armed Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Rabu, 9 September 2026.
Kegiatan itu menjadi salah satu dari 12 materi latihan dalam SGS 2026 yang melibatkan 4.743 personel dari 21 negara.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menjelaskan bahwa Super Garuda Shield merupakan latihan yang dilaksanakan setiap tahun di Indonesia.
"Super Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini. Kemudian jumlah total personel yang berlatih sebanyak 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan," kata Agus.
TNI Gunakan Mistral, US Army Tembakkan Stinger
Dalam pelaksanaannya, personel TNI dan US Army mengoperasikan sistem persenjataan artileri masing-masing untuk menguji kemampuan menembak sekaligus menghadapi ancaman serangan udara.
Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya menggunakan rudal Mistral, sedangkan personel US Army menggunakan rudal Stinger.
Latihan tersebut juga ditujukan untuk memperkuat interoperabilitas serta menyamakan prosedur antara TNI dan US Army dalam penggunaan senjata berat.
Seluruh rangkaian latihan menembak rudal berhasil diselesaikan dengan baik tanpa terjadi insiden.
Kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan menembak personel yang terlibat sekaligus semakin memperkuat hubungan antarkorps kedua negara.
SGS 2026 Libatkan 21 Negara dan 4.743 Personel
Secara keseluruhan, Super Garuda Shield 2026 melibatkan 4.743 personel yang berasal dari 21 negara untuk mengikuti berbagai materi dalam menguji kesiapan operasional pasukan.
Negara yang terlibat adalah Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam.
Selain menguji kesiapan operasional, SGS 2026 ditujukan untuk memperkuat diplomasi pertahanan antarnegara peserta serta meningkatkan kemampuan pasukan menghadapi berbagai tantangan keamanan.
Rangkaian latihan berlangsung di sejumlah wilayah, yakni Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja di Sumatera Selatan, serta Nunukan di Kalimantan Utara.
Super Garuda Shield 2026 berlangsung pada 31 Agustus hingga 11 September 2026 dan dijadwalkan ditutup di Jakarta pada 11 September 2026.
- Penulis :
- Arian Mesa




