HOME  ⁄  Geopolitik

Houthi Serang Tiga Kota Arab Saudi dengan Rudal dan Drone, Koalisi Siap Merespons

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Houthi Serang Tiga Kota Arab Saudi dengan Rudal dan Drone, Koalisi Siap Merespons
Foto: (Sumber :Foto ini memperlihatkan peluncuran sebuah pesawat nirawak (drone) yang diduga diarahkan ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026. (ANTARA/Xinhua/HO-Houthi Media Center).)

Pantau - Kelompok Houthi melancarkan serangan rudal balistik dan pesawat nirawak atau drone yang menyasar tiga kota di Arab Saudi, yakni Khamis Mushait, Abha, dan Jazan, pada Rabu (9/9/2026), di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua pihak.

Serangan tersebut diungkapkan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Juru bicara koalisi Turki Al-Maliki mengatakan melalui platform media sosial X bahwa Houthi terus melancarkan serangan terhadap aset nasional dan infrastruktur Arab Saudi.

Al-Maliki menyebut tindakan tersebut sebagai pendekatan ekstremis Houthi dalam melakukan eskalasi dan menargetkan warga sipil di Arab Saudi.

Komando Pasukan Gabungan koalisi menyatakan akan merespons serangan tersebut untuk melindungi kedaulatan Arab Saudi, aset nasional, warga sipil, serta objek sipil.

Ketegangan Houthi dan Arab Saudi Meningkat

Serangan rudal dan drone tersebut terjadi di tengah eskalasi tajam antara Houthi dan Arab Saudi.

Pada Rabu yang sama, Houthi menyatakan puluhan "serangan udara Arab Saudi" telah menghantam sejumlah wilayah di bawah kendali kelompok tersebut dalam kurun 12 jam terakhir.

Aksi saling serang berlangsung bersamaan dengan meningkatnya pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan Houthi di sejumlah front.

Pertempuran paling sengit dilaporkan terjadi di wilayah barat Yaman.

Kondisi Relatif Tenang di Yaman Terancam Berakhir

Eskalasi terbaru berisiko mengakhiri kondisi relatif tenang yang berlangsung selama beberapa tahun di garis depan utama konflik Yaman.

Situasi tersebut sebelumnya tercipta setelah gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa mulai berlaku pada April 2022.

Meningkatnya serangan antara Houthi dan Arab Saudi serta pertempuran di sejumlah wilayah Yaman kini kembali meningkatkan ketegangan dalam konflik tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026