
Pantau - Basarnas mengerahkan satu unit helikopter Dauphin AS365 N3+ untuk memperkuat operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Delapan orang tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 7 September, dan hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Helikopter dengan nomor registrasi HR-3604 dikerahkan untuk melakukan pengamatan dari udara di kawasan perairan Selat Sunda serta perimeter Gunung Anak Krakatau.
Helikopter Perluas Jangkauan Pencarian
SAR Mission Coordinator (SMC) Basarnas sekaligus Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan pengerahan helikopter menjadi bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan operasi pencarian.
"Pengerahan helikopter ini menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara, khususnya dalam pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau," ungkap Al Amrad.
Helikopter HR-3604 bertolak dari Lanud Atang Sendjaja (ATS), Bogor, pada pukul 12.36 WIB.
Dari Lanud Atang Sendjaja, helikopter bergerak menuju JIExpo Kemayoran, Jakarta, sebelum melaksanakan penerbangan untuk memantau wilayah operasi pencarian.
Rute pemantauan udara meliputi JIExpo Kemayoran–Pantai Carita–BPBD Banten–Helipad/JIExpo Kemayoran.
Penerbangan pemantauan tersebut membawa tujuh personel crew on board.
Ketujuh personel itu adalah Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H, dan Prada Brillian Muammar.
Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal Masih Dicari
Lima jurnalis yang masih dalam pencarian adalah M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu.
Operasi menggunakan helikopter melengkapi penyisiran melalui laut yang sebelumnya telah dilakukan tim SAR gabungan.
Unsur SAR yang terlibat berasal dari Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, serta potensi relawan lokal.
Pengerahan helikopter membuat operasi pencarian dilakukan dengan mengombinasikan penyisiran menggunakan armada laut dan pemantauan udara untuk memperluas jangkauan.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan berbagai sarana dan metode pencarian untuk menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang masih belum ditemukan.
- Penulis :
- Arian Mesa




