HOME  ⁄  Nasional

Tim Gabungan Padamkan Lebih dari 421 Hektare Karhutla di Enam Provinsi dalam Sehari

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Tim Gabungan Padamkan Lebih dari 421 Hektare Karhutla di Enam Provinsi dalam Sehari
Foto: Suasana penyuluhan dan sosialisasi penanganan karhutla di wilayah Kodim 1011/Kuala Kapuas, tepatnya di Kecamatan Tamban Catur, Kabupaten Kapuas, Rabu 9/9/2026 (sumber: Diskominfosantik Kapuas)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tim gabungan berhasil memadamkan lebih dari 421 hektare kawasan hutan dan lahan gambut yang terbakar dalam satu hari di enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Enam provinsi tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan perkembangan penanganan karhutla tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan data per Rabu, 9 September, operasi penanganan karhutla telah menjangkau 55 kabupaten/kota yang tersebar di enam provinsi prioritas.

43.951 Personel dan 55 Armada Udara Dikerahkan

Capaian pemadaman lebih dari 421 hektare merupakan hasil operasi gabungan satuan tugas (satgas) pemadaman darat dan satgas udara.

"Secara total lahan yang berhasil dipadamkan kemarin seluas 421 hektare lebih. Ini tentu kerja keras dari tim satgas darat maupun satgas udara yang telah bekerja secara luar biasa," ungkap Berton.

BNPB mencatat operasi pemadaman dari jalur darat diperkuat dengan pengerahan 43.951 personel satgas darat.

Sementara itu, operasi melalui jalur udara didukung 55 armada udara yang terdiri atas 17 helikopter patroli dan 38 helikopter water bombing.

Selain mengandalkan pemadaman darat dan udara, pemerintah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan di wilayah terdampak karhutla.

OMC dilaksanakan di bawah koordinasi BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dalam operasi tersebut, pemerintah telah melakukan penyemaian garam dengan total volume mencapai 7.600 kilogram.

Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan Jadi Prioritas

Penanganan karhutla saat ini diprioritaskan di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan karena sebaran titik api di kedua provinsi tersebut masih cukup luas.

Perhatian khusus diberikan terhadap kebakaran di lahan mineral dan gambut yang berdampingan dengan fasilitas maupun kawasan penting.

Sejumlah titik kebakaran berada di sekitar bandara, akses jalan tol, dan permukiman masyarakat sehingga membutuhkan penanganan intensif.

Berdasarkan arahan Kepala BNPB yang sedang melakukan peninjauan di Kalimantan, operasi pemadaman difokuskan pada penguatan personel darat.

Personel darat dinilai paling efektif untuk memadamkan titik api di kawasan yang sulit dijangkau dan memiliki akses air terbatas.

"Sesuai arahan Kepala BNPB yang tengah meninjau di Kalimantan, pemadaman dipusatkan pada penguatan personel darat yang dinilai paling efektif memadamkan titik api di kawasan sukar dijangkau dan minim akses air," kata Berton.

BNPB Minta Seluruh Sumber Daya Dikerahkan

BNPB meminta pemerintah daerah bersama kementerian dan lembaga terkait yang terlibat dalam operasi pemadaman untuk mengerahkan seluruh peralatan dan perlengkapan yang tersedia.

Pengerahan seluruh sumber daya tersebut ditujukan agar kebakaran hutan dan lahan dapat ditangani dengan cepat.

Upaya penanganan juga diarahkan untuk mencegah titik api yang telah dipadamkan kembali menyala selama musim kemarau.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026