
Pantau - Pemerintah Kota Semarang mengirimkan 16 delegasi untuk bergabung dengan kafilah Jawa Tengah dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Semarang pada September 2026.
Sebanyak 16 delegasi tersebut menjadi bagian dari total 67 peserta yang disiapkan untuk membawa nama Jawa Tengah dalam kompetisi tingkat nasional.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan para delegasi asal Kota Semarang terpilih setelah melalui proses seleksi yang ketat.
Dari 16 delegasi yang terpilih, dua di antaranya merupakan peserta penyandang disabilitas tunarungu wicara.
Agustina Tak Bebani Delegasi dengan Target Juara
Agustina menegaskan tidak memberikan beban kepada para Duta Qur'an Kota Semarang untuk wajib membawa pulang gelar juara dalam MTQ Nasional XXXI.
Menurutnya, proses pendewasaan mental dan pengalaman spiritual yang diperoleh selama mengikuti kompetisi lebih berharga dibandingkan sekadar mendapatkan medali.
"Apakah saya memberi target harus juara? Tidak. Sebagai seorang ibu dan guru, saya melihat hal paling utama dalam kompetisi adalah pengalaman batin," ungkap Agustina.
Pemerintah Kota Semarang juga memberikan dukungan moral dan material kepada para peserta melalui kolaborasi lintas lembaga yang melibatkan PDAM, Bank Jateng, Baznas, serta PTQ.
Kolaborasi tersebut salah satunya diarahkan untuk memperkuat mental para peserta dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Agustina meminta seluruh delegasi tampil dengan penuh kepercayaan diri, mengandalkan keunggulan masing-masing, serta tidak merasa terbebani ketika mengikuti perlombaan.
Penguatan mental tersebut diharapkan membuat peserta mampu menunjukkan kemampuan secara maksimal sekaligus tampil lebih lepas selama kompetisi.
Agustina juga mendorong setiap peserta meyakini keunikan dan diferensiasi yang dimiliki sebagai kekuatan ketika berkompetisi.
"Kita harus yakin dan percaya diri bahwa saya memiliki 'uniqueness', saya memiliki diferensiasi. Saya bisa tampil jauh lebih baik. Sikap mental itulah yang akan menguatkan kalian untuk bertanding dengan perasaan yang lebih bebas," kata Agustina.
Semarang Siapkan Fasilitas dan Pelayanan sebagai Tuan Rumah
Selain mengirimkan delegasi, Kota Semarang mendapat tanggung jawab sebagai pusat penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
Agustina menilai penetapan Semarang sebagai pusat penyelenggaraan menjadi momentum strategis sekaligus membawa tanggung jawab besar bagi pemerintah dan masyarakat kota.
Berbagai fasilitas pendukung telah diselesaikan untuk menyambut kontingen yang datang dari seluruh Indonesia.
Fasilitas tersebut mencakup kawasan Simpang Lima hingga berbagai panggung penampil yang tersebar di sejumlah sudut Kota Semarang.
Penyiapan fasilitas ditujukan untuk menjamin kenyamanan seluruh kontingen selama mengikuti rangkaian MTQ Nasional XXXI.
Agustina menegaskan status Semarang sebagai tuan rumah merupakan berkah bersama bagi seluruh masyarakat Kota Semarang.
Kesiapan sebagai tuan rumah tidak hanya mencakup pembangunan dan penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga kesiapan seluruh jajaran terkait dalam memberikan pelayanan kepada peserta, kafilah, dan tamu.
"Selain menjadi titik pusat penyelenggara, kita bertanggung jawab menjaga kenyamanan seluruh kafilah yang hadir," ungkap Agustina.
- Penulis :
- Arian Mesa




