HOME  ⁄  Nasional

Kementerian PU Tangani Dampak El Nino di 2.200 Lokasi, 53 Ribu Hektare Sawah Terselamatkan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kementerian PU Tangani Dampak El Nino di 2.200 Lokasi, 53 Ribu Hektare Sawah Terselamatkan
Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan terhadap 2.200 lokasi yang terdampak El Nino (sumber: Kementerian PU)

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani dampak El Nino di 2.200 lokasi di berbagai wilayah Indonesia hingga 7 September 2026 untuk menjaga kebutuhan air masyarakat, produktivitas pertanian, serta mendukung pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dari total lokasi terdampak tersebut, sebanyak 1.760 lokasi telah selesai ditangani, sedangkan 440 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air merupakan kebutuhan mendasar yang harus terus dijaga, terutama ketika sejumlah wilayah menghadapi kekeringan akibat El Nino kuat.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” ungkap Dody.

14,1 Juta Liter Air Disalurkan untuk Masyarakat

Dari 2.200 lokasi yang mendapatkan penanganan, sebanyak 1.677 lokasi merupakan kawasan permukiman, 240 lokasi merupakan daerah irigasi atau persawahan, dan 283 lokasi merupakan titik penanganan karhutla.

Penanganan darurat yang dilakukan Kementerian PU secara keseluruhan telah membantu mempertahankan ketersediaan air bagi areal persawahan seluas 53.052 hektare.

Kementerian PU juga telah mendistribusikan 14.109.231 liter air bersih yang memberikan layanan kepada 857.725 jiwa.

Penanganan kekeringan di kawasan permukiman dilakukan di 1.677 lokasi dengan distribusi air bersih menjadi langkah yang paling banyak diterapkan, yakni di 1.629 lokasi.

Selain distribusi air bersih, pembangunan atau pemanfaatan sumur bor dilakukan di sembilan lokasi, sedangkan 39 lokasi lainnya mendapatkan bentuk penanganan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Pada sektor pertanian, Kementerian PU melakukan pemompaan air dari sungai menuju sawah di 104 lokasi untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian.

Normalisasi saluran irigasi utama dan sekunder dilakukan di 21 lokasi, sementara pembuatan saluran darurat dilaksanakan di tiga lokasi.

Sebanyak 112 lokasi lainnya mendapatkan penanganan berupa pemasangan sandbag, pengaturan pola giliran air, optimalisasi saluran, serta pemasangan pipa.

Kementerian PU Tangani 283 Lokasi Karhutla

Selain memenuhi kebutuhan air masyarakat dan pertanian, Kementerian PU memberikan dukungan pengendalian karhutla melalui pemadaman titik api di 283 lokasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 263 lokasi karhutla telah selesai ditangani, sementara 20 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan.

Berdasarkan persebaran wilayah, Pulau Jawa menjadi daerah dengan jumlah lokasi penanganan kekeringan terbanyak dengan 1.291 lokasi.

Penanganan juga dilakukan di 412 lokasi di Kalimantan, 199 lokasi di Sulawesi, 124 lokasi di Sumatera, 99 lokasi di Bali dan Nusa Tenggara, 50 lokasi di Maluku, serta 25 lokasi di Papua.

Pulau Jawa sekaligus mencatat cakupan layanan terbesar dengan distribusi air bersih kepada 694.147 jiwa dan dukungan ketersediaan air bagi areal persawahan seluas 28.582 hektare.

Pemantauan Ketersediaan Air Terus Dilakukan

Dody menegaskan Kementerian PU akan terus memantau kondisi ketersediaan air dan memperkuat respons, khususnya di wilayah yang masih mengalami kekeringan.

Penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan unit pelaksana teknis Kementerian PU di daerah dengan mengoptimalkan sumber daya air serta infrastruktur yang tersedia.

Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan air masyarakat dan sektor pertanian tetap dapat dilayani selama periode kekeringan berlangsung.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026