
Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat promosi pariwisata Indonesia melalui pameran wisata, sales mission, dan business networking untuk mendorong perjalanan wisata sekaligus menghasilkan transaksi nyata bagi industri pariwisata.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan berbagai kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan destinasi Indonesia kepada pasar internasional.
“Ini menjadi kesempatan baik untuk memperkenalkan destinasi Indonesia kepada audiens internasional,” kata Widiyanti.
Sepanjang Agustus 2026, sejumlah kegiatan seperti Sales Mission Australia, BBWI Travel Fair Merdeka Berwisata, Sales Mission Edutrip School Gathering, hingga Luxury Business Networking menghasilkan potensi perjalanan sebanyak 16.877 orang.
Strategi promosi tersebut menyasar berbagai segmen mulai dari wisata edukasi, wisata bahari, wellness, gastronomi, wisata domestik, hingga wisatawan premium.
Kemenpar Dorong Pariwisata hingga Pasar Internasional
Kemenpar turut menjalankan aktivasi digital “Pesona Panjat Pinang” melalui semangat “Merdeka Berwisata #DiIndonesiaAja” dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Kemenpar juga berpartisipasi dalam “Pesta Rakyat” yang diperkirakan dihadiri 600 ribu pengunjung dengan tambahan output nasional sebesar Rp748,25 miliar.
Program “S’RASA (Rasa Rempah Indonesia)” hasil kolaborasi enam kementerian dan lembaga juga dijalankan untuk memperkuat ekspor rempah sekaligus meningkatkan citra Indonesia melalui gastrodiplomasi.
Melalui business matching pada Trade Expo Indonesia, program tersebut menghasilkan kesepakatan pembukaan restoran Indonesia di Australia, Belanda, Italia, dan Malaysia.
Selain promosi, pemerintah memperkuat keselamatan wisata melalui Pelatihan Peningkatan Keselamatan Wisata Bahari yang dilaksanakan di delapan provinsi.
Pelatihan mencakup identifikasi potensi bahaya, penggunaan informasi cuaca, prosedur tanggap darurat, teknik penyelamatan dasar, hingga simulasi kondisi darurat.
KEN 2027 Targetkan Dukungan untuk 125 Acara
Kemenpar mulai mempersiapkan Karisma Event Nusantara (KEN) 2027 dengan target memberikan dukungan terhadap 125 event.
“Event bukan sekadar menghadirkan keramaian, tetapi mampu memperkuat identitas destinasi, menarik kunjungan wisatawan, melibatkan UMKM dan pekerja seni, serta menghasilkan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tutur Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.
Kemenpar juga mendukung konser “Andrea Bocelli: Romanza 30th Anniversary World Tour” yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Konser di Borobudur dan Jakarta tersebut diperkirakan berpotensi menghasilkan dampak ekonomi sekitar 44 juta dolar AS atau setara Rp792 miliar.
Ni Luh menyebut Indonesia telah memiliki 6.400 desa wisata hingga 1 September 2026 sebagai bagian dari pengembangan pariwisata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Kemenpar bersama Bank Indonesia pada Agustus 2026 juga menggelar Bootcamp Peningkatan Kapasitas Desa Wisata Unggulan Ramah Muslim yang diikuti 25 desa wisata dari lima provinsi.
Melalui berbagai program tersebut, promosi pariwisata diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan awareness, tetapi juga menghasilkan perjalanan dan transaksi nyata bagi industri pariwisata.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




