
Pantau - Erupsi intensif Gunung Anak Krakatau pada 4-6 September 2026 meninggalkan perubahan mencolok di Pulau Sertung, Lampung, dengan vegetasi yang sebelumnya mendominasi permukaan pulau kini terlihat berubah menjadi abu-abu hingga kecokelatan berdasarkan citra Satelit Sentinel-2.
Perubahan tersebut terlihat melalui perbandingan citra satelit pada 8 Agustus dan 8 September 2026 atau dua hari setelah rangkaian erupsi intensif Anak Krakatau berakhir.
Sebelum erupsi, sebagian besar permukaan Pulau Sertung masih tertutup vegetasi, tetapi rona hijau hampir menghilang dalam citra terbaru.
Kondisi berbeda terlihat di Pulau Panjang yang berada di sebelah timur Anak Krakatau karena vegetasinya masih relatif jelas.
Pulau Rakata di sebelah selatan juga mengalami perubahan, tetapi dampaknya tidak terlihat sekuat di Pulau Sertung.
Perbedaan tersebut menunjukkan dampak erupsi Anak Krakatau terhadap pulau-pulau di sekitarnya tidak tersebar dengan intensitas yang sama ke segala arah.
Pulau Sertung Berada Empat Kilometer dari Anak Krakatau
Pulau Sertung memiliki luas sekitar 1.057 hektare dan terletak sekitar empat kilometer di sebelah barat Gunung Anak Krakatau.
Pulau yang dahulu dikenal sebagai Verlaten Island itu merupakan bagian penting dari kompleks Krakatau dan memiliki sejarah geologi yang lebih tua dibandingkan Anak Krakatau.
Sertung bersama Pulau Panjang merupakan bagian dari sisa sistem kaldera Krakatau lama.
Dalam perkembangan berikutnya, muncul pusat-pusat vulkanik Rakata, Danan, dan Perbuwatan yang membentuk Pulau Krakatau sebelum letusan besar pada 1883 mengubah kawasan tersebut secara drastis.
Lokasinya yang sangat dekat dengan Anak Krakatau membuat Pulau Sertung berada di garis depan saat gunung tersebut mengalami erupsi.
Sejak Anak Krakatau muncul dan berkembang pada akhir dekade 1920-an, Pulau Sertung berulang kali menerima material hasil letusan.
Citra Satelit Rekam Perubahan Lingkungan
Perubahan warna Pulau Sertung memperlihatkan bagaimana aktivitas vulkanisme dapat membentuk ulang lingkungan di sekitar gunung api dalam waktu relatif singkat.
Perbandingan citra satelit juga memperlihatkan perubahan permukaan dalam skala luas pada pulau yang sebelumnya telah lama ditumbuhi vegetasi.
Perubahan tersebut tidak hanya menjadi jejak dari kolom abu dan lontaran material selama erupsi, tetapi juga terlihat langsung melalui perubahan rona permukaan Pulau Sertung setelah aktivitas intensif Anak Krakatau.
Kondisi terbaru Pulau Sertung sekaligus menunjukkan besarnya pengaruh aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap lingkungan pulau-pulau yang berada di kompleks Krakatau.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




